USD Tertahan, Emas Coba Bangkit Jelang CPI
Emas bergerak menguat pada sesi Asia Jumat setelah sehari sebelumnya sempat tertekan ke level terendah mingguan. Komoditas XAU/USD menarik minat beli baru dan kembali mendekati area psikologis $5.000/oz, seiring pasar menanti rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang diperkirakan menjadi pemicu volatilitas berikutnya sekaligus penentu arah ekspektasi suku bunga Federal Reserve.
Dorongan pemulihan emas muncul di tengah dolar AS yang kesulitan melanjutkan penguatan. Meski laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lebih kuat pada Rabu sempat membuat pasar mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Maret, investor masih memperkirakan ruang pemangkasan suku bunga tetap ada di tahun ini. Kombinasi ini membuat dolar tertahan dan memberi ruang bagi emas—yang tidak memberikan imbal hasil—untuk bernafas.
Dari data terbaru, klaim pengangguran awal AS turun ke 227 ribu untuk pekan yang berakhir 7 Februari. Angka ini memang sedikit di atas perkiraan 222 ribu, namun lebih rendah dari revisi pekan sebelumnya 232 ribu. Sementara itu, klaim berkelanjutan naik ke 1,862 juta, yang mengisyaratkan adanya “kelemahan halus” di pasar tenaga kerja yang masih berlangsung. Data yang campuran ini membantu membatasi kekuatan dolar, sekaligus menghidupkan kembali minat pada aset safe haven.
Selain faktor makro, perubahan sentimen risiko global juga ikut berperan. Nada pasar ekuitas yang cenderung melemah mendorong arus defensif, sehingga emas kembali mendapatkan dukungan. Meski begitu, pasar masih menahan diri: investor menunggu konfirmasi dari rilis CPI AS sebelum agresif menambah posisi, sehingga pergerakan emas berpotensi tetap “naik-turun” di rentang terbatas sampai data inflasi keluar.(asd)
Sumber: Newsmaker.id