• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 February 2026 00:42  |

Aksi Selloff Mendadak, Emas Tersungkur

Emas melemah tajam dalam aksi jual mendadak yang menyapu pasar keuangan, ketika sebagian trader melepas logam mulia untuk menutup kerugian di pasar saham. Perak dan tembaga juga ikut terjun bebas.

Saham teknologi AS turun di tengah munculnya kembali kekhawatiran apakah investasi besar-besaran di kecerdasan buatan (AI) benar-benar akan menghasilkan dampak besar. Sebagian investor terpaksa keluar dari posisi di komoditas—termasuk logam—untuk menyediakan likuiditas, sementara sebagian lainnya mencari perlindungan di obligasi pemerintah AS (Treasuries).

Bullion (emas batangan) sempat turun hingga 4,1%, sementara perak anjlok 11%. Tembaga di London Metal Exchange turun 2,7%. Namun setelah itu, ketiga logam tersebut memangkas sebagian kerugiannya.

“Semua terjadi begitu cepat dan terasa seperti pergerakan risk-off,” kata Nicky Shiels dari MKS PAMP SA. Dalam kondisi tekanan pasar yang ekstrem, aset lindung nilai seperti emas juga bisa ikut dijual oleh investor yang sangat membutuhkan likuiditas, tambahnya.

Sebagian tekanan jual pada emas dan perak pada Kamis juga dipicu aksi ambil untung, mengingat reli kencang terakhir pada logam-logam ini sebagian didorong oleh pembelian spekulatif.

“Untuk emas dan perak, porsi besar perdagangan masih digerakkan oleh sentimen dan momentum. Pada hari-hari seperti ini, keduanya akan kesulitan,” kata Ole Hansen, ahli strategi komoditas di Saxo Bank.

Pelaku pasar kini memantau data ekonomi AS, termasuk angka inflasi inti konsumen yang akan dirilis Jumat, untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Biaya pinjaman yang lebih rendah cenderung menguntungkan logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski terjadi aksi jual besar, banyak bank masih memperkirakan emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya. Alasannya, pendorong kenaikan sebelumnya dinilai masih utuh—mulai dari ketegangan geopolitik, pertanyaan soal independensi The Fed, hingga pergeseran yang lebih luas dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah. JPMorgan Private Bank melihat emas berada di $6.000–$6.300/ons pada akhir tahun, sementara Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. juga mempertahankan prospek bullish.

Emas spot turun 2,3% menjadi $4.967,84/ons pada pukul 12:39 siang waktu New York. Perak turun 8,4% menjadi $77,23. Platinum dan paladium ikut melemah. Bloomberg Dollar Spot Index, pengukur kekuatan dolar AS, naik 0,1%.

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
BIAS23.com NM23 Ai