Emas Melonjak >1%, Pasar Abaikan Data Tenaga Kerja AS
Harga emas naik lebih dari 1% pada hari Rabu (11/2), karena pembelian jangka panjang yang stabil membantu logam mulia ini kembali mendapatkan momentum setelah sempat memangkas kenaikan ketika pasar mencerna laporan tenaga kerja AS yang kuat.
Emas spot naik 1,19% menjadi $5.083,00 per ons pada pukul 02:01 siang waktu ET, setelah sebelumnya sempat menyentuh $5.118,47 sebelum sedikit melemah.
Emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 1,5% menjadi $5.110,10 per ons
Pertumbuhan lapangan kerja di AS meningkat pada Januari dan tingkat pengangguran turun ke 4,3%, menandakan pasar tenaga kerja yang tetap tangguh. Kondisi ini dapat memberi Federal Reserve ruang untuk menahan suku bunga sambil terus memantau inflasi.
“Satu laporan pekerjaan yang kuat tidak akan merusak pola pikir di balik pembelian emas, yang dinilai bersifat jangka panjang dan fundamental,” kata Tai Wong, trader logam independen.
“Sejak kejatuhan besar itu, emas menunjukkan pola puncak yang makin tinggi dan lembah yang makin tinggi, dengan pembeli yang tetap percaya diri di tengah narasi utang dan pergeseran investasi menjauh dari AS,” tambahnya.
Emas sempat mengalami aksi jual tajam selama dua hari pada 30 Januari dan 2 Februari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilihannya untuk kursi ketua The Fed. Meski demikian, emas masih naik lebih dari 17% sepanjang tahun ini, melanjutkan lonjakan rekor tahun lalu di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi serta pembelian bank sentral yang lebih besar.
Data pada Selasa menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada Desember, yang berpotensi membuat belanja konsumen dan ekonomi bergerak ke jalur pertumbuhan yang lebih lambat memasuki awal tahun.
Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga tetap melalui masa jabatan Ketua Jerome Powell yang berakhir pada Mei, namun memangkas suku bunga segera setelah itu pada Juni. Para ekonom memperingatkan kebijakan di bawah calon penggantinya yang kemungkinan, Kevin Warsh, bisa menjadi terlalu longgar.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya tampil baik ketika terjadi ketidakpastian geopolitik atau ekonomi, serta saat suku bunga lebih rendah.
Fokus investor kini beralih menunggu rilis laporan indeks harga konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat.
Sementara itu, perak spot naik 4,2% menjadi $84,05 per ons, setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.
Platinum spot naik 2,6% menjadi $2.140,83 per ons, sedangkan palladium bertambah 0,7% menjadi $1.719,52.(yds)
Sumber: Reuters.com