• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 February 2026 22:17  |

Emas di Atas $5000 saat Aksi “Buy the Dip” Kembali ke Market

Emas kembali menembus level psikologis $5.000 per ons pasca para pemburu harga murah (dip-buyers) masuk lagi ke pasar, menyusul sepekan yang sangat volatil untuk logam mulia.

Pada hari ini, bullion sempat menguat hingga 1,7%, melanjutkan pemulihan setelah kejatuhan tajam yang disebut “bersejarah” di akhir bulan lalu. Emas kini sudah memangkas sekitar setengah dari penurunan sejak anjlok dari rekor tertinggi yang tercetak 29 Januari. Di saat yang sama, indikator dolar AS ikut melemah.

Kemampuan emas untuk bertahan stabil di atas $5.000 akan jadi penentu arah berikutnya. “Level ini krusial untuk melihat apakah pasar bisa beralih dari rebound reaktif menjadi kenaikan yang lebih berkelanjutan,” kata Ahmad Assiri, analis di Pepperstone Group.

Dukungan fundamental juga datang dari China. Data akhir pekan menunjukkan bank sentral China memperpanjang pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut, menegaskan kuatnya permintaan resmi—salah satu pilar utama reli panjang sebelum koreksi tajam terjadi. Media resmi Securities Times melaporkan pembelian ini diperkirakan berlanjut, dengan skala relatif kecil agar People’s Bank of China bisa diversifikasi aset tanpa memicu volatilitas harga.

Sebelumnya, logam mulia sempat melaju ke rekor demi rekor, didorong meningkatnya risiko geopolitik, “debasement trade”, serta kekhawatiran terhadap independensi The Fed. Gelombang beli spekulatif ikut memanaskan reli sebelum emas dan perak jatuh di penghujung bulan lalu. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyinggung aktivitas trading yang “tidak tertib” di China sebagai salah satu pemicu lonjakan volatilitas pekan lalu.

Meski pergerakan masih “choppy” pasca pembalikan ekstrem, sejumlah bank dan manajer aset—termasuk Deutsche Bank, Goldman Sachs, dan Pictet Asset Management—tetap menilai emas berpeluang pulih, ditopang pendorong jangka panjang seperti diversifikasi yang lebih luas menjauhi aset AS, ketidakpastian kebijakan, dan pembelian bank sentral yang tinggi.

Di sisi lain, laporan menyebut regulator China meminta institusi keuangan untuk menahan eksposur terhadap US Treasury, karena khawatir risiko konsentrasi dan volatilitas pasar. Pejabat disebut mendorong bank membatasi pembelian obligasi pemerintah AS, dan yang eksposurnya sudah tinggi diminta mengurangi posisi.

Untuk perak, pergerakannya bahkan lebih “liar” dibanding emas karena dorongan momentum spekulatif. Logam putih—yang sudah turun lebih dari sepertiga sejak puncak rekor—sempat melesat hingga 6% pada Senin dan menembus $82 per ons. “Perak masuk ke rezim volatilitas yang jauh lebih tinggi,” tulis Marc Loeffert dari Heraeus Precious Metals, seraya menambahkan bahwa aksi buy the dip dari ritel memicu arus masuk besar ke ETF perak, membantu harga memantul dari tekanan jual cepat.

Ke depan, pasar akan menunggu rilis data ekonomi AS untuk membaca arah kebijakan The Fed. Laporan tenaga kerja Januari dijadwalkan rilis Rabu dan diperkirakan memberi sinyal stabilisasi pasar kerja, sementara data inflasi menyusul pada Jumat. Isu independensi The Fed juga kembali disorot setelah Kevin Warsh, kandidat Donald Trump untuk ketua The Fed berikutnya, menyatakan dukungan pada kesepakatan baru antara bank sentral AS dan Departemen Keuangan.

Pada pukul 14:17 di London, emas naik 1% ke $5.012,20 per ons. Perak menguat 2,6% ke $79,878, platinum melemah, sementara palladium naik. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,5%.(yds)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
BIAS23.com NM23 Ai