Di Atas $5.000, Emas Lagi “Cari Arah”
Emas masih betah di atas level psikologis $5.000 pada Senin (9/2), meski pergerakannya cenderung datar di sesi Eropa. Di pasar spot, emas berada di sekitar $5.024,6 per ons atau naik +1,2% hari ini—naik, tapi belum cukup “nendang” buat balik ke puncak minggu lalu.
Salah satu penahan utama datang dari China. Data akhir pekan menunjukkan PBoC melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari. Buat pasar, ini jadi sinyal permintaan resmi masih kuat, jadi setiap koreksi emas cenderung cepat disambar pembeli.
Dari sisi AS, dolar lagi kehilangan tenaga untuk hari kedua. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di 2026 masih jadi cerita besar, ditambah kekhawatiran soal independensi bank sentral yang bikin investor makin sensitif. Saat dolar melemah dan yield nggak agresif naik, emas yang nggak kasih bunga jadi kelihatan lebih menarik.
Tapi emas juga nggak sepenuhnya bebas jalan. Tanda-tanda tensi Timur Tengah yang mereda bikin pasar global lebih “risk-on”—ekuitas cenderung hijau—dan itu biasanya mengurangi permintaan safe haven. Alhasil, emas naik, tapi tertahan: ada dorongan dari dolar & China, tapi ditahan oleh sentimen risiko yang membaik.
Sekarang pasar menahan diri jelang dua data besar AS pekan ini: laporan tenaga kerja (Rabu) dan inflasi (Jumat). Angka-angka ini bakal jadi kunci apakah narasi “rate cut” makin kuat atau justru dibantah—dan itu bakal langsung kebaca di dolar serta arah emas dari level $5.000 ini. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id