Rally Emas Patah: Sell-Off Belum Selesai?
Harga emas kembali melemah pada awal pekan, memperpanjang penurunan paling tajam dalam lebih dari satu dekade. Setelah reli panjang hingga cetak rekor, pasar seperti “ketabrak rem mendadak”—karena kenaikan sebelumnya dinilai terlalu cepat dan posisi terlalu padat.
Pada perdagangan awal Senin, emas spot sempat turun hingga 4%. Perak juga tergelincir sekitar 4%, meski masih bertahan di atas $80/ons. Sebelumnya, perak bahkan sempat jatuh sedalam 12% dalam satu sesi—dan mencatat penurunan intraday terbesar yang pernah terjadi.
Mantan pedagang logam mulia Robert Gottlieb menilai tekanan belum tentu selesai. Intinya: pasar masih harus membuktikan apakah emas-perak bisa menemukan area support yang kuat. “Trade-nya terlalu ramai,” kira-kira begitu pesannya—dan ketika posisi terlalu penuh, sedikit pemicu bisa bikin kejatuhan jadi brutal.
Selama setahun terakhir, emas dan perak terbang ke level tertinggi sepanjang masa. Akselerasi paling kencang terjadi pada bulan Januari, saat investor memburu safe haven karena kekhawatiran soal geopolitik, “pelemahan nilai uang”, dan isu independensi Federal Reserve.
Pemantik utama selloff Jumat datang dari kabar bahwa Donald Trump akan menominasikan Kevin Warsh sebagai pimpinan The Fed. Pasar menilai Warsh sebagai sosok yang paling keras melawan inflasi di antara kandidat, sehingga ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih “ketat”—dan biasanya memperkuat dolar, sekaligus menekan emas yang dihargai dalam dolar.
Tapi sebenarnya, pasar sudah “siap meledak” bahkan sebelum pemicu itu muncul. Volatilitas yang tinggi dan harga yang naik membuat banyak model risiko dan neraca pelaku pasar tertekan. Goldman Sachs Group Inc. menyorot gelombang besar pembelian call options yang ikut mendorong harga naik secara mekanis—karena pihak penjual opsi harus melakukan hedging dengan membeli aset saat harga naik. Masalahnya: saat arah berbalik, efeknya bisa jadi kebalikannya—turun cepat.
Pada pukul 08.05 waktu Singapura, emas turun sekitar 2,2% ke $4.784,54/ons, sementara perak turun 2,1% ke $83,30. Logam lain seperti platinum dan paladium ikut melemah. Sementara Bloomberg Dollar Spot Index cenderung datar setelah sempat naik 0,9% pada sesi sebelumnya—menguatnya dolar jadi salah satu angin kencang yang bikin emas makin susah bangkit dengan cepat.
Sumber: Newsmaker.id