BOJ Pertahankan Suku Bunga, Pangkas Prospek Pertumbuhan PDB
Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek utamanya tidak berubah pada 0,5% selama pertemuannya di bulan Mei, mempertahankannya pada level tertinggi sejak 2008 dan sejalan dengan konsensus pasar. Keputusan bulat itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa tarif Presiden AS Trump dapat memperlambat ekonomi AS dan global.
Tokyo saat ini sedang merundingkan kesepakatan perdagangan dengan Washington, yang dapat memengaruhi arah suku bunga di masa mendatang. Dalam prospek triwulanannya, BOJ menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB 2025 menjadi 0,5% dari estimasi Januari sebesar 1,0%. Prospek pertumbuhan untuk tahun fiskal 2026 juga dipangkas menjadi 0,7% dari estimasi sebelumnya sebesar 1,0%.
Perubahan tersebut mencerminkan hambatan dari perdagangan dan risiko kebijakan lainnya. Bank sentral juga mengurangi perkiraannya untuk inflasi inti menjadi 2,2% untuk tahun fiskal 2025 dari estimasi sebelumnya sebesar 2,7%. Inflasi inti diproyeksikan akan terus menurun hingga 1,7% pada tahun fiskal 2026 tetapi sedikit lebih tinggi hingga 1,9% pada tahun fiskal 2027. Sementara itu, inflasi umum diperkirakan akan tetap berada di kisaran 2% hingga tahun fiskal yang berakhir Maret 2028.(ads)
Sumber: Trading Economics