Dolar Menguat, Pasar Valas Masuk Mode “Risk-Off”
Indeks dolar AS (DXY) menguat di sesi Eropa hari Selasa (3/3) seiring meningkatnya permintaan safe-haven di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. DXY tercatat di sekitar 98,97, naik sekitar +0,59% pada hari ini, mempertegas dominasi dolar saat pelaku pasar mengurangi eksposur risiko.
Tekanan paling jelas terlihat pada GBP/USD, yang melemah ke kisaran 1,3336, turun sekitar -0,54%. Pelemahan pound mencerminkan kombinasi penguatan dolar dan perubahan preferensi investor ke aset defensif, di tengah kekhawatiran energi dan inflasi global yang kembali meningkat.
Sementara itu, EUR/USD merosot menuju level terendah sejak pertengahan Januari. Di sesi Eropa, euro diperdagangkan sekitar 1,1622–1,1662, dengan penurunan harian sekitar -0,21% hingga -0,56%, seiring pasar menilai risiko guncangan energi yang dapat menekan pemulihan ekonomi kawasan dan mempersulit jalur inflasi.
Di Asia hingga berlanjut ke Eropa, USD/JPY bertahan tinggi di sekitar 157,53, menguat tipis sekitar +0,08%. Yen kembali sensitif terhadap lonjakan biaya energi (Jepang sebagai importir), sementara penguatan dolar tetap mendapat dukungan dari repricing ekspektasi suku bunga AS dan arus safe-haven.
Untuk mata uang defensif lainnya, USD/CHF menguat ke sekitar 0,7843, naik sekitar +0,64%, menandakan dolar saat ini lebih “dipilih” pasar dibanding haven tradisional. Di saat yang sama, AUD/USD bergerak relatif stabil di 0,7091, turun tipis sekitar -0,04%, karena dolar Australia tertahan oleh sentimen risk-off meski Australia diuntungkan sebagai eksportir energi. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id