• Wed, Jul 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 July 2026 21:38  |

Warsh Tegaskan Lawan Inflasi, Tapi Belum Beri Sinyal Hike

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan komitmennya untuk menurunkan inflasi dalam testimoni pertamanya di hadapan Kongres sejak memimpin bank sentral AS. Namun, Warsh masih belum memberi sinyal jelas apakah ia mendukung kenaikan suku bunga untuk mencapai target tersebut.

Di hadapan House Financial Services Committee, Warsh mengatakan The Fed akan menetapkan kebijakan yang tepat agar lonjakan inflasi dalam lima tahun terakhir bisa menjadi masa lalu. Ia juga menegaskan bahwa para pejabat The Fed tidak akan mentoleransi inflasi yang terus berada di level tinggi dan tetap berkomitmen mengembalikan stabilitas harga.

Pernyataan Warsh muncul bersamaan dengan rilis data CPI AS bulan Juni yang menunjukkan inflasi turun tajam. Penurunan harga energi akibat gencatan sementara perang dengan Iran membuat inflasi utama melemah, sementara inflasi inti juga turun lebih besar dari perkiraan. Data ini menjadi kabar positif bagi The Fed, meskipun risiko bisa kembali muncul karena konflik AS-Iran kembali memanas dan harga minyak naik lagi.

Warsh juga menilai pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat. Ia menyebut jumlah pemutusan hubungan kerja masih relatif rendah, lowongan kerja hanya sedikit berubah, dan pertumbuhan upah nominal tetap solid. Kondisi tenaga kerja yang kuat membuat fokus The Fed masih tertuju pada pengendalian inflasi.

Meski begitu, pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 28–29 Juli. Ketidakpastian ini muncul karena Warsh enggan memberi arahan eksplisit soal jalur kebijakan ke depan. Beberapa pejabat The Fed lain, seperti Christopher Waller dan John Williams, memberi sinyal bahwa data inflasi yang kembali panas dapat memperkuat alasan untuk menaikkan suku bunga.

Selain inflasi energi, The Fed juga mencermati tekanan harga dari investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan atau AI. Permintaan tinggi terhadap semikonduktor, chip, server, dan infrastruktur AI membuat harga sejumlah komponen naik tajam tahun ini. Warsh mengatakan The Fed akan terus memantau dampak AI terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja, sambil menilai bahwa investasi AI berpotensi memberi dorongan produktivitas bagi ekonomi AS. (arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai