Permintaan Safe Haven Dorong Harga Emas
Newsmaker.id - Harga emas menguat pada perdagangan sesi Asia, Selasa (14/7), dan kembali bergerak di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.011 setelah sebelumnya sempat mendapat tekanan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi.
Kenaikan emas didukung oleh aksi beli pada harga rendah setelah penurunan tajam dalam beberapa sesi terakhir. Investor mulai kembali masuk ke pasar logam mulia karena menilai area di bawah US$4.000 cukup menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz turut menopang permintaan terhadap emas sebagai aset aman. Ancaman gangguan terhadap jalur pengiriman energi global telah mendorong harga minyak naik dan meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali membesar.
Meski menguat, pergerakan emas masih berpotensi fluktuatif menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat. Data CPI yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar dan kembali menekan emas, sedangkan inflasi yang lebih rendah berpeluang membuka ruang kenaikan menuju area resistance berikutnya.
Dampak terhadap Pasar :
Emas: Kembalinya harga ke atas US$4.000 menunjukkan adanya pemulihan permintaan. Selama bertahan di atas area tersebut, peluang menuju US$4.020–US$4.040 masih terbuka.
Dolar AS: Pelemahan dolar dapat memperkuat kenaikan emas. Sebaliknya, dolar yang kembali menguat berpotensi menahan momentum rebound.
Konflik Hormuz: Eskalasi konflik dapat meningkatkan permintaan safe haven dan menjadi katalis positif bagi emas.
Data CPI AS: Inflasi rendah cenderung mendukung emas, sedangkan inflasi tinggi dapat meningkatkan ekspektasi suku bunga dan kembali menekan harga.(CP)