Warsh Tunjuk Dua Ekonom Senior Jadi Penasihat The Fed
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menunjuk dua ekonom senior di bank sentral Amerika Serikat sebagai penasihat barunya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Warsh memperkuat tim internal The Fed di tengah perubahan arah komunikasi dan evaluasi kebijakan moneter bank sentral.
Dua ekonom yang ditunjuk adalah Daniel Covitz dan Eric Engstrom. Covitz merupakan wakil direktur di Divisi Riset dan Statistik The Fed, sementara Engstrom menjabat sebagai direktur asosiasi di Divisi Urusan Moneter. Keduanya dikenal sebagai ekonom berpengalaman yang telah lama bekerja di lingkungan bank sentral.
Topik riset Covitz di The Fed mencakup gelembung aset dan stabilitas pasar kredit jangka pendek. Sementara itu, pekerjaan Engstrom banyak berkaitan dengan analisis pasar keuangan, kebijakan moneter, hubungan pergerakan saham dan obligasi, serta dinamika laba perusahaan dan kewirausahaan.
Penunjukan ini terjadi ketika Warsh mulai membangun struktur kerja baru di The Fed. Bulan ini, ia mengumumkan lima gugus tugas yang bertujuan untuk mengusulkan perubahan terhadap cara bank sentral beroperasi. Gugus tugas tersebut akan membahas komunikasi, neraca, penggunaan dan ketergantungan The Fed pada sumber data yang ada, produktivitas dan lapangan kerja, serta kerangka inflasi bank sentral.
Warsh mengatakan kelompok-kelompok tersebut akan melibatkan ahli dari luar dan didukung oleh staf The Fed. Langkah ini menunjukkan bahwa kepemimpinan baru The Fed ingin meninjau ulang sejumlah aspek penting dalam pengambilan keputusan kebijakan, terutama saat inflasi masih tinggi dan pasar terus menimbang peluang kenaikan suku bunga.
Selain Covitz dan Engstrom, Warsh juga telah menunjuk analis kebijakan konservatif Paul Winfree dan Daniel Heil sebagai penasihat sementara. Kehadiran para penasihat baru ini memberi sinyal bahwa Warsh sedang membentuk lingkaran kebijakan yang lebih luas, dengan kombinasi pengalaman internal The Fed dan perspektif eksternal.
Bagi pasar, penunjukan ini penting karena dapat memengaruhi arah komunikasi dan strategi kebijakan The Fed ke depan. Jika Warsh mendorong pendekatan yang lebih berbasis data dan lebih hati-hati terhadap inflasi, ekspektasi suku bunga tinggi dapat bertahan lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi mendukung dolar AS, tetapi menjadi tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.(gn)
Sumber: Newsmaker.id