Trump Panggil Bos Obligasi BlackRock, Kursi Ketua The Fed Makin Panas
Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan mewawancarai Rick Rieder—Chief Investment Officer (CIO) Global Fixed Income BlackRock—pada Kamis (15/1) sebagai kandidat Ketua Federal Reserve berikutnya. Informasi ini pertama kali dilaporkan Fox Business Network, mengutip sumber administrasi.
Rieder masuk dalam empat finalis untuk menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei 2026. Tiga nama lain di shortlist adalah Kevin Hassett (Direktur National Economic Council), Kevin Warsh (mantan Gubernur The Fed), dan Christopher Waller (Gubernur The Fed).
Sinyal pemilihan makin dekat juga datang dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Ia menyebut Rieder adalah satu-satunya kandidat yang belum sempat diwawancarai (per 8 Januari), dan keputusan final diperkirakan keluar bulan ini—bahkan bisa diumumkan sebelum/atau sesudah agenda Trump ke World Economic Forum (Davos) 19–23 Januari.
Dari sisi profil, Rieder adalah Senior Managing Director BlackRock dan memimpin lini Fundamental Fixed Income serta tim Global Allocation—posisi yang membuatnya sangat lekat dengan dinamika pasar obligasi dan arah suku bunga.
Sementara itu, Warsh tercatat pernah menjadi Governor The Fed (2006–2011), dan Waller saat ini menjabat sebagai Governor dengan masa jabatan hingga 2030.
Menariknya, proses seleksi ini terjadi saat isu independensi The Fed lagi “kebakar”. Powell mengungkap DOJ telah melayangkan grand jury subpoenas dan ada ancaman dakwaan pidana terkait kesaksiannya soal renovasi gedung The Fed—yang ia sebut sebagai tekanan untuk memaksa bank sentral menurunkan suku bunga.
Pasar merespons dengan meningkatkan “risk premium” terhadap dolar—euro dan franc menguat, dan investor kembali sensitif terhadap headline politik AS.
Dari sisi mekanisme, Fox Business juga menyorot bahwa bila Trump memilih sosok yang bukan anggota Board of Governors saat ini, maka kandidat tersebut perlu mengisi kursi kosong di dewan terlebih dulu sebelum bisa resmi memimpin bank sentral. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id