Waspada Timur Tengah, Emas Cari Aman!
Harga emas pada Selasa sesi Asia bergerak relatif stabil, setelah reli sebelumnya dan sempat terkoreksi pada perdagangan kemarin. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang masih menjaga posisi defensif, namun tetap sensitif terhadap perubahan sentimen risiko global.
Dari sisi fundamental, minat terhadap emas masih ditopang oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong permintaan aset lindung nilai (safe haven). Pada saat yang sama, lonjakan harga energi memperbesar kekhawatiran inflasi, sehingga pelaku pasar cenderung mempertahankan eksposur pada aset defensif seperti emas.
Namun, ruang kenaikan emas tertahan karena dolar AS cenderung menguat dalam kondisi risk-off. Penguatan dolar terjadi karena arus dana mencari aset aman, sekaligus karena kenaikan harga minyak menekan mata uang negara-negara importir energi, membuat dolar lebih dominan secara relatif.
Kombinasi dolar yang firm dan risiko inflasi dari energi membuat pasar menilai jalur kebijakan suku bunga AS bisa tetap “hati-hati”. Reuters mencatat ekspektasi pemangkasan suku bunga juga belum sepenuhnya agresif, yang ikut menjaga imbal hasil tetap menarik dan berpotensi membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek.
Fokus pasar hari ini juga tertuju pada agenda data dan pernyataan pejabat bank sentral. Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan berbicara, yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga dan menggerakkan dolar serta yield—dua faktor yang biasanya sangat menentukan arah emas.
Ke depan, selama ketidakpastian geopolitik belum mereda, bias emas cenderung tetap ditopang, meski volatilitas berpeluang tinggi. Pasar akan terus menimbang tarik-menarik antara permintaan safe haven (positif untuk emas) versus dolar dan yield yang kuat (berpotensi menahan emas), sehingga pergerakan intraday bisa cepat berubah mengikuti headline.(asd)
Sumber : Newsmaker.id