Trump ke China: Pilih Damai atau Tarif 100%
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa logam tanah jarang (rare earths), fentanyl, dan kedelai menjadi tiga fokus utama dalam negosiasi perdagangan dengan Tiongkok, seiring berakhirnya masa gencatan tarif antara kedua negara. Dalam pernyataan di Air Force One pada Minggu, Trump mengatakan dirinya tidak ingin Tiongkok menggunakan pasokan logam tanah jarang sebagai alat tawar, menyusul rencana Beijing memperketat ekspor komoditas penting tersebut. Trump juga menuntut Tiongkok untuk menghentikan ekspor fentanyl dan bahan bakunya, yang disebut sebagai penyebab utama krisis opioid di AS.
Selain itu, Trump mendorong Tiongkok untuk melanjutkan pembelian kedelai AS, yang sempat dihentikan dalam eskalasi perang dagang sebelumnya. Ia menyebut ketiga isu ini sebagai “hal-hal yang sangat normal” dalam hubungan dagang bilateral. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa putaran pembicaraan lanjutan akan digelar di Malaysia minggu ini, setelah pertemuan virtual yang disebut “konstruktif” dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, pada Jumat lalu. Negosiasi ini menjadi kunci apakah tarif baru 100% terhadap produk China akan diberlakukan mulai November. (ads)
Sumber: Newsmaker.id