• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 June 2026 03:24  |

Sinyal Campuran AS–Iran, Minyak Kembali Menguat

Harga minyak ditutup menguat pada Selasa (2/6) setelah pelaku pasar mencerna sinyal yang saling bertabrakan mengenai peluang kesepakatan damai AS–Iran. WTI naik 1,7% dan ditutup di sekitar US$93,76/barel di New York, sementara Brent kontrak Agustus naik 1,1% dan menetap di US$96/barel.

Kenaikan terjadi setelah sejumlah headline dari media Iran menimbulkan keraguan atas kemajuan perundingan, ditambah laporan AFP bahwa Hezbollah tidak akan menerima gencatan senjata parsial dengan Israel. Isu Lebanon menjadi sensitif karena Teheran sebelumnya menyebut meredanya konflik di sana sebagai syarat penting untuk kesepakatan yang lebih luas.

Reli pada hari Selasa juga membalikkan pelemahan awal sesi yang sempat muncul setelah komentar de-eskalasi dari Washington. Trump mengatakan kepada ABC News bahwa MoU untuk membuka kembali Selat Hormuz berpotensi terjadi dalam sepekan, tetapi pasar menilai jalannya masih rapuh karena detail utama belum jelas dan narasi para pihak sering berubah.

Fokus pasar tetap pada Selat Hormuz, yang sebelum perang menyalurkan sekitar seperlima arus minyak dan LNG global. Meski ada pembicaraan deal, lalu lintas komersial yang terlihat masih terbatas, sehingga ketidakpastian pengapalan tetap tinggi dan premi risiko pasokan sulit hilang.

Ketidakjelasan perpanjangan gencatan senjata dan masa depan arus Hormuz membuat harga minyak tetap mudah berayun. Situasi makin rumit karena Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memberi versi berbeda soal pengaturan penghentian tembak-menembak di Lebanon, sementara Presiden Lebanon menyebut pembicaraan lanjutan digelar Selasa–Rabu untuk memperluas gencatan ke seluruh wilayah.

Volatilitas yang tinggi membuat dealer memangkas eksposur risiko, tercermin dari open interest pada patokan global yang turun ke level terendah sejak Agustus. Artinya, pasar masih sensitif headline: satu kabar “deal makin dekat” bisa menekan harga, tetapi sinyal eskalasi atau kebuntuan bisa cepat mengangkatnya lagi.(Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai