Gedung Putih PHK Ribuan Pegawai Pemerintah, Shutdown Jadi Biang Keladi
Presiden Donald Trump mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pegawai pemerintah AS sebagai dampak dari kebuntuan anggaran selama shutdown pemerintahan yang sudah berjalan 10 hari. PHK ini terjadi di beberapa departemen penting seperti Keuangan, Kesehatan, Pendidikan, dan Keamanan Dalam Negeri, meski banyak pastinya yang belum jelas. Trump menyalahkan Partai Demokrat atas krisis ini dan menyebut pemotongan tersebut sebagai tindakan “berorientasi Demokrat.”
Krisis ini terjadi karena partai Republik, yang menguasai mayoritas di Kongres, membutuhkan suara Demokrat untuk mengesahkan anggaran, namun Demokrat menolak tanpa adanya perpanjangan subsidi asuransi kesehatan yang dianggap penting oleh jutaan warga AS. Trump bahkan membekukan dana infrastruktur senilai $28 miliar untuk negara bagian yang dianggap sebagai basis pemilih Demokrat seperti New York, California, dan Illinois.
Sementara itu, Partai Demokrat tidak akan menyerah pada tekanan Trump, dengan Senator Chuck Schumer menyatakan bahwa setiap pemutusan kerja dan gangguan layanan adalah hasil keputusan Partai Republik. Serikat pekerja pemerintah juga mengajukan gugatan hukum untuk menghentikan PHK ini, menilai langkah-langkah tersebut melanggar aturan selama penutupan, tetapi pemerintah Trump menolak tuntutan itu.
Beberapa anggota Republik sendiri mengkritik langkah-langkah PHK ini, seperti Senator Susan Collins yang menekankan pentingnya pekerjaan pegawai pemerintah dalam melayani publik, terlepas dari status pembayaran gaji mereka selama penutupan.(asd)
Poin Penting:
Ribuan pegawai pemerintah AS di-PHK akibat penutupan.
Trump menyalahkan Demokrat atas kebuntuan anggaran.
Demokrat tetap kukuh minta perpanjangan subsidi kesehatan.
PHK dipersoalkan oleh serikat pekerja dan beberapa politisi Republik.
Dana infrastruktur $28 miliar untuk negara bagian Demokrat.
Sumber : Newsmaker.id