• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 October 2025 06:58  |

Shutdown vs Subsidi ACA: Deal atau Gagal?

Rabu, 8 Okt 2025 — Presiden Donald Trump bilang ia terbuka kompromi soal subsidi Affordable Care Act (ACA) untuk mengakhiri shutdown pemerintah. Demokrat setuju bicara, tapi kubu konservatif langsung menolak. Intinya, Demokrat ingin subsidi diperpanjang agar premi tidak melonjak; sebagian Republikan menyebut subsidi yang diperluas saat Covid itu terlalu mahal dan rawan disalahgunakan.

Di Senat, beberapa opsi kompromi beredar: membiarkan penerima lama tetap disubsidi (grandfathering), membatasi usia (misalnya hanya 60–64 tahun), atau skema bertingkat (sliding scale) yang mengakhiri paket “nol-premi”. Ada juga dorongan memasukkan Hyde Amendment (larangan dana federal untuk aborsi) yang sering bikin kesepakatan mentok. Pimpinan Partai Republik menegaskan, pembicaraan serius baru setelah pemerintah dibuka—kebalikan dari tuntutan Demokrat

Dinamika politiknya panas. Hakeem Jeffries menolak ide perpanjangan setahun sebagai “nonstarter.” Susan Collins mengedarkan rencana membuka sebagian pemerintah sambil memberi tenggat bahas ACA. Angus King yang sebelumnya mendukung buka pemerintah mulai ragu karena belum ada jaminan soal subsidi. Dari kubu Trump, Tony Fabrizio memperingatkan risiko politik jika subsidi dihentikan. Marjorie Taylor Greene pun—meski anti-ACA—mengaku premi bisa dobel jika kredit pajak hangus, dan mendorong kompromi.

Kesimpulannya, sinyal kompromi ada, tapi batu sandungan banyak. Demokrat ingin kepastian subsidi, Republikan minta pembatasan ketat. Selama belum ada titik temu, shutdown berlanjut dan jutaan orang was-was soal premi mereka. Kunci berikutnya: apakah kedua kubu sepakat peta jalan—buka pemerintah dulu, atau kunci paket ACA dulu.

 

Berikut inti utamanya (5 poin):

- Trump buka peluang kompromi soal subsidi ACA untuk akhiri shutdown; Demokrat setuju asal subsidi dilanjutkan, kubu konservatif resist.

- Opsi kompromi yang dibahas: “grandfathering” penerima lama, batasi usia (60–64), dan skema bertingkat (akhiri paket nol-premi). Hyde Amendment juga didorong—sering jadi ganjal.

- GOP maunya buka pemerintah dulu baru negosiasi; Demokrat menolak perpanjangan satu tahun yang dianggap “nonstarter.”

- Tekanan politik meningkat: polster Trump wanti-wanti efek buruk jika subsidi hilang; Marjorie Taylor Greene pun khawatir premi bisa dobel.

- Kesimpulan: sinyal deal ada, tapi rintangannya besar. Selama belum ada titik temu, shutdown berlanjut dan jutaan orang cemas biaya premi.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai