Trump Desak Iran Segera Capai Kesepakatan Terkait Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran segera mencapai kesepakatan dengan Oman terkait Selat Hormuz. Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan harus tercapai paling cepat Selasa, atau Teheran berisiko menghadapi serangan udara besar dari Amerika Serikat.
Trump menyebut langkah diplomasi kali ini sebagai kesempatan terakhir bagi Iran. Ia sebelumnya membatalkan rencana serangan besar pada akhir pekan untuk memberikan waktu tambahan bagi pembicaraan, tetapi menegaskan keputusan berikutnya akan diambil dalam waktu sangat dekat.
Penyelesaian konflik kini bergantung pada perundingan Iran dan Oman mengenai peningkatan arus kapal di Selat Hormuz. Namun, belum terlihat kemajuan berarti karena Iran tetap bersikeras memiliki hak untuk mengatur pelayaran dan menindak kapal yang melintas tanpa izin.
Ketidakpastian tersebut kembali mendorong harga minyak. Brent naik sekitar 1,8% ke US$85,29 per barel, meski masih turun sekitar 5% sepanjang pekan setelah Trump sebelumnya menunda serangan dan membuka peluang diplomasi.
Iran telah memperingatkan akan membalas keras jika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar. Teheran juga dinilai masih memiliki kemampuan menyerang fasilitas dan kepentingan negara-negara Teluk, sehingga risiko gangguan pasokan energi tetap tinggi.
Analisis Newsmaker: Ultimatum Trump kembali menambah premi risiko geopolitik pada minyak. Jika kesepakatan gagal, Brent berpotensi melanjutkan kenaikan karena pasar akan mengantisipasi serangan dan pembalasan Iran. Sebaliknya, kesepakatan pembukaan Hormuz dapat kembali menekan harga minyak secara tajam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id