• Fri, Jul 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 July 2026 19:59  |

Lalu Lintas Tanker Hormuz Melambat, Konflik AS-Iran Kembali Tekan Pasar Minyak

Lalu lintas tanker harian di Selat Hormuz terlihat melambat pada Jumat (10/07). Kondisi ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melancarkan serangan pada pekan ini, sekaligus memperbarui mengenai siapa yang mengendalikan jalur penting tersebut.

Serangan terbaru kembali memicu kekhawatiran terhadap pemulihan pasokan minyak dan pengiriman global. Situasi ini juga menunjukkan bahwa gencatan senjata sementara antara AS dan Iran masih rapuh, meskipun kedua pihak masih berupaya mencapai kesepakatan jangka panjang.

Harga minyak memang melemah pada hari Jumat (10/07), namun masih berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 4% hingga 5%. Peningkatan tersebut mencerminkan bahwa pasar masih memasukkan premi risiko akibat ketegangan di kawasan Teluk.

Badan Energi Internasional menyebut pasokan minyak global naik 4,1 juta barel per hari pada Juni setelah pengiriman melalui Selat Hormuz kembali berjalan. Namun, jumlah tersebut masih 9,4 juta barel per hari di bawah level sebelum perang.

IEA juga memperingatkan bahwa pasokan solar dan bensin masih terbatas. Menurut lembaga tersebut, kilang minyak lebih lambat menanggapi pembukaan kembali Selat Hormuz dibandingkan pergerakan harga minyak mentah.

Sebelum perang, Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pasokan minyak global. Namun, sejak konflik berlangsung, Teheran sebagian besar mengambil kendali atas jalur tersebut dan membuat konfrontasi dengan Amerika Serikat memasuki fase buntu.

Dalam kesepakatan sementara, AS mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, Iran sepakat untuk menjamin keamanan jalur kapal komersial. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah Washington menuduh pasukan Iran menyerang tiga kapal tanker di kawasan tersebut.

Sebagai tanggapan, AS menyerang sejumlah lokasi militer di pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Iran belum mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker, tetapi analis menilai Teheran sering menggunakan tekanan semacam itu untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi.

Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara Teluk pada hari Kamis. Washington menyatakan serangannya bertujuan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan menegaskan bahwa Iran tidak menguasai jalur tersebut. Namun, Teheran memperingatkan bahwa pembukaan Selat Hormuz hanya akan dilakukan sesuai ketentuan Iran.

Serangan terhadap tiga kapal Qatar dan Saudi yang mendorong Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah “berakhir”. Meski begitu, seorang pejabat AS kemudian mengatakan bahwa Washington masih berkomitmen mencari penyelesaian dengan Iran, sementara pembicaraan teknis tetap berlanjut. The New York Times juga melaporkan bahwa Qatar ikut melakukan perundingan dengan Washington dan Teheran untuk meredakan krisis.

Sebelum serangan pekan ini, lalu lintas tanker setiap hari sempat naik ke level tertinggi sejak perang dimulai, dengan rata-rata 40 kapal melintasi Selat Hormuz. Namun, angka itu masih jauh di bawah kondisi sebelum konflik, yang biasanya mencapai 125 hingga 140 pelayaran per hari.

Dari sisi jalan pasar, perlambatan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz membuat harga minyak tetap rawan bergerak fluktuatif. Jika gangguan pengiriman berlanjut, kenaikan risiko harga minyak dan inflasi energi bisa kembali meningkat. Kondisi ini berpotensi menopang dolar AS, menekan aset berisiko, dan membuat pasar semakin berhati-hati terhadap suku bunga The Fed. (yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai