Trump-Netanyahu Bahas Iran, Pasar Waspadai Eskalasi Baru
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan berbicara melalui sambungan telepon pada Kamis (9/7) waktu setempat. Pembicaraan itu membahas situasi terbaru di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan baru AS terhadap target Iran.
Menurut laporan yang mengutip kantor Netanyahu, kedua pemimpin membahas langkah Amerika Serikat di kawasan Teluk dan sepakat untuk terus berkoordinasi terkait perkembangan regional. Komunikasi ini menjadi sorotan karena terjadi saat konflik AS-Iran kembali memasuki fase panas.
Ketegangan meningkat setelah AS kembali melancarkan serangan ke Iran untuk hari kedua. Washington menyebut serangan itu bertujuan menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka, setelah Iran dituding menyerang kapal tanker di kawasan tersebut.
Iran kemudian merespons dengan serangan ke sejumlah target yang terkait dengan infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk. Situasi ini membuat harapan terhadap gencatan senjata semakin rapuh dan meningkatkan risiko meluasnya konflik di Timur Tengah.
Bagi market, komunikasi Trump dan Netanyahu menjadi sinyal penting. Jika koordinasi AS-Israel mengarah pada tekanan militer yang lebih besar terhadap Iran, harga minyak berpotensi kembali naik karena risiko gangguan di Selat Hormuz. Kondisi tersebut bisa menghidupkan lagi kekhawatiran inflasi, mendukung dolar AS dan yield Treasury, tetapi menekan aset berisiko seperti saham dan kripto.
Namun, jika pembicaraan ini justru membuka ruang koordinasi diplomatik, pasar dapat melihatnya sebagai peluang de-eskalasi. Untuk sementara, investor masih akan mencermati arah pernyataan Trump, respons Iran, dan perkembangan jalur pelayaran energi di kawasan Teluk.(arl)
Sumber: Newsmaker.id