Minyak Turun, Seiring Trump Mengisyaratkan Peluang Kesepakatan AS-Iran
Harga minyak turun tipis pada Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan optimisme soal prospek kesepakatan damai AS-Iran, sehari setelah harga melonjak karena muncul tanda-tanda negosiasi sempat buntu. Brent untuk pengiriman Agustus diperdagangkan mendekati $94 per barel setelah naik 4,2% pada sesi sebelumnya, sementara WTI berada di sekitar $91.
Pergerakan harga mencerminkan pasar yang cepat berubah mengikuti headline. Pada Senin, harga terdorong oleh laporan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan dengan Washington sebagai protes atas serangan Israel di Lebanon. Namun reli mereda setelah Trump mengatakan negosiasi tetap berlanjut.
Dalam percakapan telepon dengan ABC News, Trump menyebut nota kesepahaman (MoU) dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa tercapai dalam waktu sekitar satu minggu. Meski demikian, ia menekankan masih ada “beberapa poin” yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan benar-benar tercapai, sehingga arah berikutnya tetap sangat bergantung pada detail negosiasi.
Ketidakjelasan terkait perpanjangan gencatan senjata dan masa depan arus pengiriman melalui Hormuz terus menjaga volatilitas. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran dan proksi regionalnya memasukkan penutupan total Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam agenda mereka—dua titik rawan yang sangat sensitif bagi rantai pasok energi global. Giovanni Staunovo, analis komoditas UBS, menilai indikasi meredanya ketegangan dari Trump membebani harga minyak, meski arus minyak melalui Hormuz disebut masih terbatas.
Sinyal yang tidak konsisten juga datang dari pernyataan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berbeda soal percakapan telepon terkait pertempuran di Lebanon. Pemerintah Lebanon menyatakan gencatan senjata yang dimediasi AS antara Tel Aviv dan Hizbullah perlu diperluas cakupannya, dengan negosiasi lanjutan berlangsung Selasa dan Rabu.
Pada pukul 08.52 di New York, Brent Agustus turun 0,9% menjadi $94,14 per barel. WTI Juli turun 0,7% menjadi $91,55 per barel. Ke depan, pasar akan memantau perkembangan MoU Hormuz, status perundingan gencatan senjata, serta indikasi apakah risiko penutupan jalur pelayaran benar-benar meningkat atau hanya menjadi tekanan negosiasi.
5 Inti Poin
-Minyak turun tipis setelah reli, seiring Trump mengisyaratkan peluang kesepakatan AS-Iran.
-Brent Agustus mendekati $94 usai naik 4,2% pada sesi sebelumnya; WTI sekitar $91.
-Trump menyebut MoU pembukaan kembali Selat Hormuz bisa tercapai dalam sekitar satu minggu, namun masih ada isu tersisa.
-Ketidakjelasan gencatan senjata dan risiko jalur Hormuz serta Bab el-Mandeb menjaga volatilitas.
-Brent turun 0,9% ke $94,14; WTI turun 0,7% ke $91,55 pada sesi New York.(gn)
Sumber: Newsmaker.id