Perak Naik, Komentar Trump dan Sinyal Iran Jaga Volatilitas Pasar
Harga perak (XAG/USD) menguat pada perdagangan sesi Eropa Selasa(2/6), naik sekitar 1,85% ke dekat $76,30. Penguatan terjadi ketika harga minyak terkoreksi, sementara ketidakpastian seputar hubungan AS-Iran tetap menjaga pasar sensitif terhadap headline geopolitik.
Pada saat yang sama, minyak WTI turun sekitar 1,8% ke dekat $89,20. Sejak konflik di Timur Tengah dimulai, perak disebut bergerak berlawanan arah dengan minyak karena harga energi yang tinggi mendorong ekspektasi inflasi AS dan membuat pasar cenderung menunda proyeksi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Ketika minyak melemah, tekanan inflasi dinilai lebih mereda, sehingga logam mulia mendapat dukungan.
Koreksi minyak menyusul komentar Presiden AS Donald Trump pada Senin yang mengisyaratkan ia telah menekan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Namun, tensi tetap tinggi setelah sejumlah pejabat Iran mengecam serangan Israel dan memperingatkan konsekuensi bagi AS dan Israel, menjaga ketidakpastian tetap menonjol dalam penetapan harga aset.
Di sisi diplomasi, peluang tercapainya kesepakatan AS-Iran dalam waktu dekat kembali dipertanyakan. Kantor berita Tasnim pada Senin melaporkan tim negosiasi Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator, sebagai respons atas eskalasi konflik di Lebanon. Situasi ini membuat pasar tetap mematok premi risiko, meski pergerakan harian perak lebih banyak dipengaruhi dinamika minyak dan ekspektasi suku bunga.
Fokus berikutnya bergeser ke data tenaga kerja AS. Investor menunggu rilis data lowongan pekerjaan JOLTS untuk April pada pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). BLS diperkirakan melaporkan 6,82 juta lowongan, sedikit turun dari 6,866 juta pada Maret. Data ini akan dicermati untuk membaca arah pasar tenaga kerja dan implikasinya terhadap kebijakan The Fed, sebelum perhatian utama pekan ini berlanjut ke rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan Mei pada Jumat.
5 Inti Poin
-Perak (XAG/USD) naik 1,85% ke dekat $76,30 pada sesi Eropa Selasa.
-WTI turun 1,8% ke sekitar $89,20; koreksi minyak memberi dukungan bagi logam mulia.
-Ketidakpastian AS-Iran dan perkembangan konflik Lebanon menjaga volatilitas tetap tinggi.
-Pasar menunggu data JOLTS AS (rilis 21.00 WIB) untuk petunjuk prospek kebijakan The Fed.
-Fokus pekan ini berlanjut ke data NFP AS Mei yang dirilis Jumat.(gn)
Sumber: Newsmaker.id