AS Hentikan Pembicaraan dengan Venezuela, Eskalasi Mengintai
Rabu, 8 Okt 2025 Presiden Donald Trump menghentikan jalur diplomasi AS dengan Venezuela. Ia memerintahkan Richard Grenell orang yang selama ini berkomunikasi rutin dengan pejabat Caracas—untuk menghentikan negosiasi. Keputusan ini disebut sejalan dengan pendekatan garis keras Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan bisa membuka jalan pada eskalasi militer.
Gedung Putih baru-baru ini menyatakan AS berada dalam “konflik bersenjata non-internasional” melawan kartel narkoba. Trump telah memerintahkan serangan ke kapal penyelundup di Laut Karibia, dan mengisyaratkan serangan ke infrastruktur kartel di darat—yang berisiko menyerang sasaran militer Venezuela. Penempatan kekuatan laut dan udara AS di kawasan kini yang terbesar sejak invasi Panama 1989.
Sebelum dihentikan, Grenell sempat menegosiasikan izin warga AS dan rencana pelonggaran sanksi agar Venezuela bisa menaikkan ekspor minyak. Namun kubu Rubio mendorong jalur lebih keras. Analis Atlantic Council, Geoff Ramsey, menyebut pemerintahan Trump kini berada di persimpangan: eskalasi, kembali berunding, atau menutup buku dan bergerak ke isu lain.
Respons cepat datang dari Caracas. Presiden Nicolás Maduro di TV pemerintah menyatakan Venezuela “tak bergantung pada kalian, orang asing.” Di Washington, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengklaim kapal penyelundup kelima telah dihancurkan dalam beberapa pekan. Trump mengatakan rute laut mulai macet, sehingga serangan darat bisa menjadi tahap berikutnya bila diperlukan.(asd)
Sumber : Newsmaker.id