Trump Isyaratkan Pelonggaran Tekanan terhadap Minyak Iran, Picu Pro dan Kontra
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal bahwa ia mungkin akan melonggarkan kebijakan kampanye “tekanan maksimum” terhadap Iran. Hal ini terlihat dari komentarnya baru-baru ini yang menyebut bahwa Tiongkok kini bisa kembali membeli minyak dari Iran. Pernyataan ini cukup mengejutkan, karena sebelumnya Trump melarang semua negara membeli minyak atau produk petrokimia Iran sejak Mei lalu.
Komentar tersebut disampaikan tak lama setelah Trump menyatakan bahwa Iran dan Israel telah sepakat melakukan gencatan senjata usai hampir dua minggu konflik. Dalam pertemuan puncak NATO di Belanda, Trump juga menambahkan bahwa Iran “membutuhkan uang untuk membangun kembali negaranya” dan terlihat tidak keberatan jika Iran kembali menjual minyak. Sikap ini nampaknya berseberangan dengan kebijakan keras yang ia canangkan sejak masa jabatan pertamanya.
Pernyataan Trump menuai reaksi beragam. Beberapa pengamat kebijakan luar negeri menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, bukan menguranginya. Behnam Ben Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan bahwa pasca serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, AS seharusnya memberikan sanksi agar Iran tidak bisa pulih dengan cepat. Di sisi lain, analis Bloomberg Economics, Dina Esfandiary, menyebut bahwa Trump mungkin sedang menyiapkan strategi negosiasi baru dengan Iran, di mana pelonggaran sanksi bisa dijadikan tawar-menawar.
Fokus utama dari kebijakan ini adalah pembelian minyak oleh Tiongkok, yang merupakan konsumen minyak terbesar Iran. Meskipun saat ini pengiriman minyak Iran ke Tiongkok telah melambat karena sanksi, sebagian besar masih terus berlangsung melalui cara-cara tidak langsung. Beberapa kekhawatiran diperingatkan bahwa membuka kembali akses minyak Iran dapat memperkuat militer dan jaringan proksi negara tersebut. Namun, jika Trump benar-benar berniat membuka kembali jalur diplomasi, maka pelonggaran sanksi bisa menjadi alat negosiasi yang besar.
Sumber: (ayu-newsmaker)