AS Dilema Hadapi Iran
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan besar terhadap puluhan target yang terkait dengan Garda Revolusi Iran. Serangan dilakukan setelah Iran menargetkan sejumlah aset dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Washington kini menghadapi pilihan sulit antara meningkatkan eskalasi atau mulai menahan diri. Serangan tambahan belum tentu mampu menghentikan kemampuan Iran melakukan serangan balasan maupun mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
Konflik yang telah berlangsung selama lima bulan juga mulai meluas ke negara lain. Kapal pengangkut gas dilaporkan diserang di perairan Mesir, sementara kelompok Houthi kembali mengancam jalur pelayaran di Laut Merah.
Arab Saudi turut terlibat dengan membantu Amerika Serikat menyerang kelompok yang didukung Iran di Irak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terbukanya front baru dan menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik.
Di sisi lain, persediaan amunisi AS mulai mendapat perhatian. Penggunaan rudal pertahanan udara dalam jumlah besar dapat mengurangi kesiapan Washington menghadapi ancaman lain, termasuk kemungkinan konflik di kawasan Asia.
Dampaknya, eskalasi perang dapat mendorong harga minyak, inflasi, dan biaya militer semakin tinggi. Namun, serangan lanjutan belum tentu mampu membuka Selat Hormuz atau memaksa Iran kembali ke meja perundingan. (arl)
Sumber: Newsmaker.id