Diplomasi Gagal, AS Siap Balas Iran
Presiden AS Donald Trump menegaskan Washington akan membalas Iran setelah serangan terbaru menargetkan pangkalan militer AS di Yordania. Trump mengatakan Iran akan menghadapi serangan keras sebagai balasan.
Pernyataan tersebut langsung mendorong harga minyak kembali naik hingga menembus US$90 per barel. Pasar khawatir konflik yang kembali memanas akan memperburuk gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Jeda serangan yang berlangsung selama beberapa hari berakhir setelah AS mengaku menjadi sasaran serangan mendadak Iran. Media Iran juga melaporkan bahwa pasukan AS menyerang lokasi di Provinsi Azerbaijan Barat.
Amerika Serikat dan Arab Saudi turut menyerang kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak. Serangan itu dilancarkan setelah Arab Saudi mencegat drone yang disebut menargetkan fasilitas minyaknya, dengan sedikitnya 20 anggota milisi Irak dilaporkan tewas.
Ketegangan semakin tinggi karena Selat Hormuz masih hampir tertutup dan pembicaraan Iran-Oman mengenai pembukaan jalur pelayaran belum menghasilkan kesepakatan. Iran juga mengklaim menghentikan tiga kapal tanker yang dinilai menggunakan jalur ilegal.
Konflik yang meluas ke Irak, Laut Merah, dan Bab el-Mandeb dapat menjaga harga minyak tetap tinggi serta memperkuat risiko inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi mendukung dolar, menekan saham, dan membuat emas bergerak fluktuatif di tengah meningkatnya risiko perang dan suku bunga tinggi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id