AS Serang Iran, Kuwait dan Bahrain Ikut Terancam
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan baru ke Iran pada Rabu, dengan alasan menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka. Serangan ini memicu respons Iran yang menyerang Kuwait dan Bahrain, dua negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan dilakukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Washington menuding Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal kargo yang melintasi jalur strategis tersebut.
Serangan AS mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran dan membuat beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke Kuwait dan Bahrain. Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan pihaknya berupaya mencegat serangan tersebut.
Ketegangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan sementara dengan Iran kemungkinan sudah “berakhir”. Trump juga memperingatkan bahwa jika serangan terhadap kapal kembali terjadi, respons AS bisa jauh lebih besar.
Selat Hormuz menjadi titik paling sensitif dalam konflik ini karena menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak global. Ketegangan terbaru membuat harapan menuju kesepakatan damai permanen semakin meredup dan mendorong harga minyak Brent naik ke sekitar US$78,80 per barel.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id