• Tue, Jul 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 July 2026 04:30  |

Diplomasi AS-Iran Buntu, Risiko Perang Kembali Naik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberi tekanan keras kepada Iran. Ia mengatakan bahwa AS hanya memiliki dua pilihan, yaitu mencapai kesepakatan dengan Iran atau melanjutkan langkah militer untuk “menyelesaikan pekerjaan.” Pernyataan ini muncul setelah pembicaraan tidak langsung AS-Iran berakhir tanpa tanda kemajuan besar.

Trump menyampaikan bahwa dirinya lebih memilih tercapainya kesepakatan karena tidak ingin berdampak pada puluhan juta warga Iran. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS memiliki kemampuan untuk menyerang infrastruktur penting Iran jika jalur diplomasi gagal.

Pernyataan tersebut langsung dibalas keras oleh Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menyebut ancaman Trump sebagai pernyataan yang tidak realistis. Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak bisa ditekan dengan bahasa ancaman dan meminta AS berbicara dengan rasa hormat.

Ketegangan ini terjadi setelah pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung pada akhir pekan. Dalam prosesi tersebut, massa di Iran terlihat menunjukkan sikap menantang dan tidak ingin tampak melemah setelah konflik yang dipicu serangan AS dan Israel pada akhir Februari.

Sebelumnya, Washington mendorong gencatan senjata 60 hari sebagai ruang untuk menghidupkan kembali diplomasi. Fokus utama AS adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, belum adanya terobosan dalam pembicaraan membuat risiko eskalasi kembali menjadi perhatian utama.

Bagi pasar global, ketegangan AS-Iran tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau. Jika konflik kembali memanas, harga minyak, emas, dolar AS, dan aset safe haven berpotensi bergerak lebih volatil. Sebaliknya, jika kesepakatan mulai terlihat, tekanan geopolitik bisa mereda dan memberi ruang bagi sentimen risiko untuk membaik.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai