Emas Stabil Saat Dolar Sedikit Melonggar
Harga emas stabil pada perdagangan Senin (6/7) seiring melemahnya dolar AS setelah investor mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini. Sentimen ini membuat emas kembali mendapat dukungan setelah sempat berada dalam tekanan cukup dalam pada pekan sebelumnya.
Harga emas spot berada di kisaran US$4.175,70 per troy ounce. Sementara itu, emas berjangka bergerak di sekitar US$4.187,30 per troy ounce. Pergerakan ini menunjukkan emas masih bertahan dekat level tertinggi dua pekan setelah mencatat kenaikan mingguan lebih dari 2%.
Kenaikan emas terjadi setelah data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu menunjukkan perlambatan tajam. Data tenaga kerja yang lebih lemah membuat pasar memangkas ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang kuat untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Bagi The Fed, inflasi dan pasar tenaga kerja menjadi dua faktor utama dalam menentukan arah suku bunga. Meski data tenaga kerja mulai melemah, inflasi AS yang masih cukup tinggi dapat membuat bank sentral tetap berhati-hati dan belum sepenuhnya berubah menjadi dovish.
Suku bunga tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika imbal hasil obligasi atau instrumen berbunga lebih menarik, investor cenderung mengurangi minat terhadap emas. Faktor inilah yang sempat menekan harga emas cukup besar sepanjang tahun ini.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada risalah rapat The Fed bulan Juni yang akan dirilis pekan ini. Dokumen tersebut diperkirakan memberi petunjuk lebih jelas mengenai arah suku bunga ke depan. Meski emas berhasil pulih, kenaikannya masih dapat tertahan jika inflasi yang membandel membuat The Fed tetap mempertahankan nada hawkish.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id