• Thu, May 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 May 2026 09:40  |

Agenda XI-Trump Hari Ini!

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5), menandai kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat di Tiongkok dalam hampir satu dekade. Pertemuan dibuka dengan seremoni penyambutan di Balai Besar Rakyat yang menonjolkan protokol kenegaraan dan simbol stabilisasi hubungan kedua negara.

Agenda pembahasan diperkirakan mencakup perdagangan, tarif, Taiwan, dan isu teknologi, dengan Trump menekankan bahwa dagang menjadi prioritas utama. Trump juga membawa delegasi eksekutif perusahaan besar AS—termasuk Elon Musk (Tesla) dan Jensen Huang (Nvidia) untuk mendorong akses pasar yang lebih luas dan kepastian bagi sektor teknologi, khususnya terkait AI.

Reuters melaporkan Washington dan Beijing mempertimbangkan kerangka “perdagangan terkelola” yang dapat memangkas tarif secara timbal balik pada sekitar US$30 miliar barang yang dinilai tidak sensitif terhadap kepentingan keamanan nasional. Mekanisme ini dipandang sebagai upaya menjaga gencatan dagang yang rapuh tanpa harus menyentuh reformasi struktural yang lebih dalam, yang selama ini menjadi sumber friksi utama.

Meski fokus dagang mengemuka, perang AS–Iran tetap menjadi latar risiko geopolitik. AS disebut ingin China berperan lebih aktif membantu meredakan konflik, mengingat Beijing merupakan pembeli utama minyak Iran dan kawasan Asia sangat bergantung pada energi dari Teluk. Menjelang pertemuan, Menlu AS Marco Rubio menyebut Tiongkok sebagai “tantangan politik utama” sekaligus hubungan paling penting yang harus dikelola, dengan kepentingan kedua negara yang sering berseberangan.

Di luar Iran, ketegangan juga bertahan pada isu dominasi China pada rantai pasok rare earth, kontrol ekspor AS yang membatasi akses perusahaan China terhadap chip mutakhir, serta sensitivitas Taiwan. Meski hubungan disebut lebih stabil sejak pertemuan Oktober lalu, rangkaian isu tersebut membuat ruang dikompromikan hampir terbatas dan hasil nyata kemungkinan baru terlihat setelah rangkaian pertemuan selesai.

Bagi pasar, setiap sinyal pelonggaran tarif atau kerangka kerja dagang yang lebih jelas berpotensi memperbaiki sentimen risiko dan memberi dukungan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap perdagangan dan rantai pasok teknologi. Namun, jika isu Iran tetap buntu, risiko dan energi bertahan, tekanan inflasi akan tetap tinggi dan menjaga ekspektasi suku bunga global tetap ketat. Pelaku pasar akan membahas pernyataan bersama, rincian kerangka tarif, serta apakah ada sinyal konkret terkait peran China pada jalur diplomasi Iran.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai