Hormuz Dipantau Iran-Oman, Pasar Waspada
Iran menyatakan tengah menyiapkan protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz, langkah yang diklaim bertujuan memfasilitasi pelayaran aman dan meningkatkan layanan bagi kapal-kapal yang melintas, bukan untuk memberlakukan pembatasan. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, menurut kantor berita pemerintah IRNA.
Namun, Teheran juga menegaskan bahwa lalu lintas kapal semestinya berlangsung di bawah supervisi dan koordinasi Iran dan Oman sebagai negara pesisir, bahkan pada masa damai. Penekanan pada “koordinasi negara pantai” ini memberi sinyal bahwa Iran ingin mempertahankan peran pengendali dalam pengaturan jalur pelayaran, di saat pasar dan sejumlah negara menyoroti kebutuhan pemulihan arus logistik energi.
Pengumuman tersebut muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut tidak realistis meluncurkan operasi militer untuk memaksa pembukaan Selat Hormuz, menyusul tantangan Presiden AS Donald Trump kepada sekutu-sekutu AS agar ikut mendorong pembukaan kembali jalur itu. Iran sebelumnya secara efektif menutup perairan yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global sejak AS dan Israel menyerang Iran, yang memicu serangan balasan Iran terhadap Israel, pangkalan AS, dan negara-negara Teluk.
Bagi pasar, dinamika ini menjaga premi risiko energi tetap sensitif: setiap sinyal kemudahan lintas kapal berpotensi menurunkan kekhawatiran gangguan pasokan, sementara penegasan supervisi Iran-Oman dapat memperpanjang ketidakpastian soal seberapa cepat arus Hormuz benar-benar normal. Fokus pemantauan berikutnya mencakup detail implementasi protokol, respons negara-negara pengguna jalur, serta perubahan kondisi keamanan di sekitar Hormuz. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id