Trump Klaim Perang Iran Hampir Selesai, Pasar Tetap Waspada Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengatakan perang di Iran “sangat dekat” menuju penyelesaian, dalam upaya menenangkan publik terkait penanganan konflik yang mengguncang pasar keuangan dan berisiko menekan posisinya di mata pemilih. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato prime-time yang jarang dilakukan dari Gedung Putih.
Dalam pidatonya, Trump menggambarkan operasi militer AS sebagai sukses dan menilai target utama hampir tercapai. Ia menyebut pencapaian itu mencakup penghancuran rudal balistik dan drone Iran, serta kemampuan angkatan udara, angkatan laut, dan basis industri.
Trump juga menyatakan langkah-langkah tersebut bertujuan mencegah kelompok proksi Teheran mengganggu stabilitas kawasan dan menutup jalur Iran menuju senjata nuklir. Ia menegaskan “tujuan strategis inti” operasi disebut sedang mendekati tahap final.
Meski menekankan perang mendekati akhir, Trump sekaligus melontarkan sinyal bahwa intensitas operasi masih bisa meningkat. Ia menyebut dalam dua hingga tiga minggu ke depan AS akan “menyelesaikan pekerjaan” dengan cepat, namun juga mengatakan pembicaraan diplomatik tetap berjalan.
Reaksi pasar terlihat hati-hati. Saat Trump berbicara, kontrak berjangka S&P 500 memperpanjang pelemahan hingga sekitar 0,5%, menunjukkan investor masih menimbang risiko eskalasi dan ketidakpastian rute keluar dari konflik yang sudah memasuki pekan kelima.
Pidato tersebut juga mencerminkan meningkatnya tekanan agar Gedung Putih memperjelas tujuan perang dan arah kebijakan berikutnya. Secara nada, pidato Trump dinilai lebih mirip pernyataan presiden di awal konflik, meski perang telah berlangsung lebih dari sebulan, termasuk ketika ia menyebut alasan operasi diperlukan bagi “keamanan Amerika” dan “dunia bebas.”
Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang sejak awal permusuhan dilaporkan largely closed, padahal jalur ini mengalirkan sekitar seperlima minyak yang diperdagangkan lewat laut. Trump menyatakan guncangan energi akan mereda setelah perang selesai, namun pemerintah AS belum menjelaskan bagaimana Iran akan diyakinkan untuk membuka kembali lalu lintas di selat tersebut. Pada perkembangan terakhir, Brent naik ke US$103, emas di US$4.677, sementara indeks dolar (DXY) berada di 99,60.(asd)
Sumber: Newsmaker.id