PMI AS Melunak: Manufaktur Turun, Jasa Ikut Mundur
Aktivitas bisnis sektor swasta AS masih ekspansi pada Februari, namun lajunya melambat dibanding Januari. Data awal (flash) dari S&P Global menunjukkan Composite PMI turun tipis menjadi 52,3 dari 53,0.
Pelemahan terlihat dari dua sisi. Manufacturing PMI turun ke 51,2 dari 52,4, sementara Services PMI turun ke 52,3 dari 52,7. Kedua angka ini juga sedikit di bawah ekspektasi analis, menandakan momentum ekonomi tidak sekuat perkiraan.
S&P Global menyebut perlambatan ini dipengaruhi kombinasi beberapa faktor: permintaan yang melemah, harga yang masih tinggi, serta cuaca buruk yang ikut mengganggu aktivitas. Hasilnya, laju ekspansi output menjadi yang paling lambat dalam 10 bulan.
Menurut Chris Williamson, Chief Business Economist di S&P Global Market Intelligence, pertumbuhan permintaan pelanggan mulai melunak. Bahkan, pesanan di sektor pabrik dilaporkan sampai turun, yang biasanya jadi sinyal awal tekanan pada aktivitas manufaktur.
Dampaknya, laju pertumbuhan lapangan kerja ikut melambat. Williamson menilai pelemahan order membuat pertumbuhan perekrutan “merangkak” baik di manufaktur maupun jasa, seiring perusahaan lebih berhati-hati melihat prospek permintaan.
Meski data PMI melemah, reaksi pasar valas cenderung terbatas. US Dollar Index tidak menunjukkan respons besar dan terakhir masih naik tipis sekitar 0,12% ke 97,95, menandakan pelaku pasar mungkin menunggu katalis lain (seperti data inflasi/tenaga kerja) sebelum mengubah posisi besar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id