EUR/USD Tertekan di Tengah Ketidakpastian Politik Prancis dan Fokus ke Kebijakan The Fed
Pasangan mata uang EUR/USD kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan pagi ini, tertekan oleh ketidakpastian politik di Eropa dan sentimen investor yang masih mengarah pada kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat.
Euro terus melemah setelah investor menyoroti potensi krisis politik di Prancis. Pasar menunggu pemungutan suara mosi percaya terhadap Perdana Menteri Prancis pada 8 September, yang menimbulkan risiko politik tambahan di kawasan Euro. Saat berita ini ditulis, EUR/USD berada di sekitar 1,1631, level terendah sejak 6 Agustus.
Investor juga menantikan rilis data ekonomi penting AS, termasuk Personal Consumption Expenditures (PCE) dan laporan ketenagakerjaan, yang akan menjadi panduan bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September masih berada di kisaran 87,2%, menjaga dolar dalam posisi relatif kuat.
Secara teknikal, EUR/USD tetap berada di bawah tekanan dengan pergerakan di bawah 1,1600. Pasangan ini terkonsolidasi dalam rentang 1,1583–1,1742, yang disebut sebagai zona “fair value gap” pada grafik H4. Jika harga menembus support di 1,1583, potensi pelemahan lebih lanjut bisa terjadi. Sebaliknya, jika breakout di atas 1,1742, tren bullish jangka pendek dapat terbentuk.
Indikator teknikal menunjukkan bias bearish yang dominan, meski pada timeframe sangat pendek (M15-H1) muncul sinyal “Strong Buy”, menandakan potensi koreksi jangka pendek.
Dalam jangka pendek, EUR/USD diperkirakan masih dalam tekanan akibat faktor politik di Eropa dan penguatan dolar AS. Namun, pasar akan tetap menunggu data PCE dan arah kebijakan The Fed sebelum menentukan tren utama.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id