Dolar Catat Pekan Terbaik sejak November, Loonie Menguat
Dolar AS melemah tipis pada Jumat (6/3) meski harga minyak melonjak, setelah laporan tenaga kerja AS Februari menunjukkan penurunan perekrutan yang mengejutkan. Namun secara mingguan, indeks dolar Bloomberg mencatat reli terbesar sejak November 2024. Di saat yang sama, dolar Kanada (loonie) justru menguat dan menjadi penguat terbesar di antara mata uang negara maju.
Bloomberg Dollar Spot Index turun kurang dari 0,1% pada Jumat, sehingga kenaikan mingguan mengecil menjadi sekitar 1,34%. Data menunjukkan pemberi kerja di AS secara tak terduga memangkas pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran naik, memunculkan keraguan baru terhadap ketahanan pasar tenaga kerja.
Di pasar energi, Brent dan WTI sama-sama menembus $90 per barel setelah Menteri Energi Qatar memperingatkan krisis bisa memaksa penghentian ekspor energi Teluk dalam hitungan pekan. Laporan Wall Street Journal juga menyebut Kuwait memangkas produksi di sejumlah ladang—menambah sinyal gangguan pasokan.
Sementara itu, yield Treasury AS tenor 10 tahun turun tipis ke 4,13%, penurunan pertama dalam sepekan, menyusul data ketenagakerjaan yang mengecewakan. Marc Chandler, Chief Market Strategist di Bannockburn Global, menilai reaksi dolar yang relatif “tenang” menunjukkan dominasi faktor perang yang masih berjalan, serta anggapan bahwa data pekerjaan bisa terdistorsi oleh cuaca dan mogok kerja.
Di pasar opsi, trader terlihat sangat bullish terhadap prospek dolar jangka pendek. One-week risk reversals mengindikasikan ekspektasi penguatan dolar paling kuat dalam lebih dari tiga tahun.
Pada pasangan utama, USD/CAD turun 0,8% ke 1,3573, sehingga loonie menguat dua pekan beruntun dan menjadi satu-satunya mata uang G-10 yang menguat terhadap dolar sejauh Maret. Meski begitu, pasar belum sepenuhnya yakin tren ini akan berlanjut.
EUR/USD relatif stabil di 1,1613, namun euro tercatat turun 1,7% sejak Jumat lalu—pekan terburuk sejak Oktober 2024. Money market kini bahkan mem-price-in peluang 100% ECB akan menaikkan biaya pinjaman tahun ini—berbalik tajam dari sepekan sebelumnya ketika pemangkasan lebih dianggap mungkin dibanding kenaikan.
Di Asia, USD/JPY naik 0,15% ke 157,82, menguat untuk hari keempat pekan ini. Dari sisi teknikal, pola Three White Soldiers di grafik mingguan disebut mendekati konfirmasi, yang biasanya dibaca sebagai sinyal kelanjutan tren bullish.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id