Emas Pangkas Penurunan Mingguan Usai Data NFP yang Negatif
Harga emas menguat dan memangkas penurunan mingguan setelah pelaku pasar meningkatkan taruhan pelonggaran moneter menyusul laporan tenaga kerja AS yang mengecewakan.
Perusahaan-perusahaan AS secara tak terduga mengurangi jumlah pekerjaan pada Februari dan tingkat pengangguran naik, menandakan pasar tenaga kerja masih rapuh—padahal sebelumnya dinilai mulai stabil. Setelah rilis data tersebut, trader kini memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga total sekitar 44 basis poin hingga akhir tahun, dengan langkah berikutnya diperkirakan terjadi pada September. Sebelum laporan keluar, pasar hanya mem-price-in sekitar 35 bps pemangkasan untuk tahun ini.
Emas sempat naik hingga 1,5% ke $5.159,04 per ons, sehingga penurunan mingguan menyempit menjadi sekitar 2,3%. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), sehingga opportunity cost memegang emas menjadi lebih kecil.
Meski demikian, emas sempat tertekan sepanjang pekan ini karena konflik Timur Tengah mendorong harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi, sementara dolar AS menguat. Kombinasi dolar kuat dan biaya pinjaman yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas. Di saat yang sama, emas juga sempat menjadi sumber likuiditas ketika aksi jual di pasar saham global semakin dalam—sebagian investor melepas posisi emas untuk menutup kebutuhan kas di instrumen lain.
Dalam unggahan media sosial pada Jumat, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ingin menegosiasikan akhir perang dengan Iran dan menuntut Teheran melakukan “kapitulasi” ketika serangan udara AS dan Israel berlanjut. Pernyataan ini mengisyaratkan Gedung Putih bersiap menghadapi konflik yang lebih panjang, setelah sebelumnya pejabat AS menegaskan tujuan mereka bukan pergantian rezim.
Walau pergerakan harga beberapa hari terakhir cenderung berombak dan momentum naik sempat tertahan, emas tetap naik hampir 20% sepanjang tahun ini. Ketidakpastian akibat perubahan besar pada perdagangan global dan geopolitik, serta kekhawatiran terkait independensi The Fed, terus mendukung aset-aset safe haven.
Pada perdagangan spot, emas naik 1,4% ke $5.152,01 per ons (pukul 10:46 waktu New York). Perak naik 2,5% ke $84,33. Platinum menguat, sementara palladium relatif stabil.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id