Emas Naik Usai NFP Minus, Tapi Dukungan Investor Tipis
Harga emas menguat pada Jumat (6/3), namun masih berada di jalur penurunan mingguan pertama dalam lima pekan karena penguatan dolar dan kenaikan yield AS mengimbangi premi risiko geopolitik dari perang Timur Tengah. Spot gold naik 0,4% ke US$5.095,78/ons, sementara gold futures AS naik 0,5% ke US$5.105,10.
Meski konflik AS–Israel dengan Iran memasuki hari ketujuh dan menjaga minat safe haven, lonjakan harga energi juga mengangkat kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Dalam konteks itu, emas tercatat turun sekitar 3,4% sepanjang pekan, meski menguat pada hari rilis data tenaga kerja.
Data ketenagakerjaan AS memperlihatkan pelemahan: NFP turun 92.000 dan pengangguran naik ke 4,4%, yang biasanya mendukung emas lewat ekspektasi suku bunga lebih rendah. Namun respons pasar dinilai tidak sekuat pola “flight-to-safety” klasik karena investor juga memburu dolar dan likuiditas di tengah volatilitas energi dan risiko geopolitik.
Di logam mulia lain, perak naik harian namun tetap mencatat tekanan mingguan, sementara platinum dan palladium cenderung melemah tipis, menegaskan pergerakan yang masih sangat dipengaruhi tarik-menarik antara risk-off dan repricing suku bunga. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id