• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

6 May 2025 09:12  |

Prediksi OPEC+ Mulai Terjadi

Harga minyak nampaknya akan kembali menghadapi tantangan besar dan mulai mengikuti proyeksi dari OPEC+ di awal tahun bahwa untuk tahun ini akan mengalami penurunan. Setelah sempat mengalami sedikit kenaikan pasca perang tarif minyak kembali melemah.

Harga minyak mentah dibuka minggu ini dengan penurunan 4% setelah OPEC+ mengumumkan niatnya untuk meningkatkan produksi sebesar 411 ribu barel per hari mulai bulan Juni. Perubahan ini merupakan penghapusan bertahap pembatasan sukarela oleh produsen utama, termasuk Arab Saudi dan Rusia, yang sebelumnya berjumlah 2,2 juta barel per hari.

Keputusan yang mengejutkan pasar karena sebelumnya pasar memperkirakan hanya akan ada peningkatan sebesar 244 ribu barel. Lankah-langkah ini sebenarnya dilakukan oleh Arab Saudi terhadap hilangnya pangsa pasar akibat produksi yang dinaikkan oleh negara-negara diluar OPEC+.

Strategi Arab Saudi mengasumsikan harga minyak yang lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang, yang hanya akan menguntungkan proyek-proyek yang paling berkelanjutan. Arab Saudi sudah menggunakan taktik serupa pada tahun 2014. Saat itu, seperti halnya sekarang, harga minyak anjlok akibat perlambatan permintaan akhir dan keinginan untuk meningkatkan produksi, serta tingginya aktivitas pengeboran di AS akibat revolusi serpih. Dari puncaknya pada Juli 2014, harga turun tiga perempat, mencapai titik terendah satu setengah tahun kemudian.

Minyak sudah pernah menghadapi gejolak harga seperti ini pada tahun 2020 ketika rekor produksi AS bertepatan dengan konflik pasokan antara Rusia dan Arab Saudi. Pandemi COVID-19 memperburuk aksi jual. Akibatnya, Brent telah kehilangan sekitar 72% dari puncaknya pada Januari 2020, dan harga berjangka WTI di dekatnya telah masuk ke wilayah negatif. Untuk tahun ini sendiri permintaan minyak diperkirakan juga akan mengalami penurunan dari negara-negara pengguna minyak terbesar seperti China serta produksi minyak yang meningkat dari OPEC+ serta Amerika  yang akan membawa harga turun.

Source : (mrv@Newsmaker)

 

 

Related News

ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
ANALYSIS & OPINION

Biden Memperketat Kontrol Teknologi Terhadap Tiongkok Seirin...

Pemerintahan Biden mengumumkan pada hari Senin (2/12) serangkaian pembatasan yang telah lama dinantikan terhadap ekspor chip ...

2 December 2024 23:39
BIAS23.com NM23 Ai