Minyak Bertahan, Risiko Hormuz Menahan Penurunan Meski Diplomasi Menguat
Minyak bergerak campuran dan cenderung stabil setelah pelemahan tajam sehari sebelumnya. Brent naik tipis sekitar 0,4% ke kisaran US$95,19/barel, sementara WTI turun sekitar 0,3% ke US$91,05/barel pada perdagangan Rabu (15/04). Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar masih menimbang apakah harga perlu mempertahankan premi risiko geopolitik, atau mulai mengurangi premi itu jika diplomasi benar-benar bergerak.
Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan antara AS dan Iran akan dimulai kembali dalam dua hari ke depan sebelum gencatan senjata, yang membuat sebagian pelaku pasar berani mengurangi posisi defensif setelah lonjakan harga sebelumnya. Mengenai tempat pertemuan, masih akan menjadi pembahasan lanjutan (Pakistan disebut sebagai salah satu opsi). Pasar menilai, dengan langkah ini harapan sedang mendahului bukti kemajuan nyata di lapangan.
Namun, faktor penahan terbesar datang dari risiko jalur fisik yaitu Selat Hormuz yang masih terganggu. Transaksi yang dilakukan melalui Hormuz masih terbatas di tengah ketidakpastian pasokan Timur Tengah, sementara dalam laporan lain AS digambarkan akan memperketat tekanan maritim terhadap Iran. Ini yang membuat pasar enggan menurunkan harga terlalu jauh, karena walau headline diplomasi menyejukkan, arus fisik belum kembali normal.
Sebuah laporan menyebutkan bahwa optimisme diplomasi tetap ada, tetapi kemajuan nyata belum sejalan dengan ekspektasi pasar. Ketika lalu lintas kapal di Selat Hormuz menyusut dan rute alternatif jadi rebutan, biaya logistik, ketersediaan kapal, dan jadwal pengiriman menjadi lebih ketat.
Kesimpulannya minyak cenderung sideways karena dua gaya berlawanan bekerja bersamaan. Harapan diplomasi mendorong koreksi dari puncak, tetapi gangguan Hormuz dan premi fisik menjaga harga tetap tinggi. Dalam beberapa sesi ke depan, volatilitas berpotensi tetap headline-driven: pasar akan cepat merespons setiap perkembangan perundingan maupun tanda-tanda bahwa arus kapal dan pengiriman benar-benar membaik atau justru makin tersendat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id