• Thu, Jun 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 June 2026 03:51  |

Logan The Fed : Buka Peluang Hike Rate, Jika Inflasi Belum Balik ke 2%

Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan mengatakan The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga akhir tahun ini untuk membawa inflasi kembali ke target 2%. Dalam acara di El Paso, Texas pada Rabu (3/6), Logan menilai pasar tenaga kerja “cukup seimbang”, investasi AI sedang booming, dan kondisi keuangan masih “longgar”, sehingga kebijakan moneter saat ini belum cukup menahan ekonomi.

Logan menekankan inflasi terlihat belum bergerak kembali ke 2% dan berisiko “mengakar” bila bertahan terlalu lama. Ia mengatakan menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar penting, karena jika publik mulai percaya inflasi akan tinggi terus, biaya mengendalikannya bisa makin besar.

Pernyataan Logan muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di internal The Fed bahwa inflasi—yang sudah di atas target lebih dari lima tahun—mulai kembali menguat. Perang Iran disebut ikut menambah tekanan lewat kenaikan harga energi akibat pasokan yang menipis, sementara harga lain seperti sewa dan makanan juga naik. Inflasi PCE favorit The Fed tercatat 3,8% YoY hingga April.

Logan termasuk pejabat yang lebih hawkish dalam komunikasi. Ia menolak bahasa pernyataan The Fed pada April yang mengarah bahwa langkah berikutnya lebih mungkin pemangkasan daripada kenaikan, dan memilih bahasa yang lebih netral karena ingin menjaga opsi kenaikan tetap terbuka jika inflasi tak turun sesuai harapan.

Di hari yang sama, Presiden Fed New York John Williams mengambil nada berbeda: ia menilai kebijakan saat ini “sudah pas” dan tidak melihat kebutuhan menaikkan atau menurunkan suku bunga saat ini, serta menyebut arah ke depan belum jelas. Kontras ini menunjukkan pasar masih menghadapi The Fed yang sangat data-dependent, terutama di tengah shock energi.

Logan juga menyinggung pengukuran inflasi yang “menyaring” komponen volatil. Ia memperingatkan ukuran trimmed mean milik Dallas Fed—yang sempat dipuji Ketua The Fed Kevin Warsh—kemungkinan memberi angka terlalu rendah karena faktor teknis. Secara keseluruhan, Logan menilai inflasi cenderung menuju “pertengahan 2%”, namun belum kembali ke 2%, sehingga ruang untuk pengetatan tambahan tetap terbuka bila tekanan harga tidak mendingin.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai