• Tue, Mar 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 March 2026 11:41  |

Pasar dalam Mode Tegang: Minyak Memimpin, Emas Bertahan, Dolar Menunggu!

Pasar global lagi bergerak dalam pola yang tidak rapi: satu sisi dikejutkan geopolitik Timur Tengah, sisi lain ditahan oleh kalkulasi inflasi dan suku bunga. Ini membuat harga emas, minyak, dan dolar saling tarik-menarik, bukan bergerak satu arah yang jelas.

Emas bertahan di atas US$5.000 karena fungsinya kembali “aktif” sebagai pelindung nilai saat ketidakpastian meningkat. Tetapi ruang kenaikannya tidak selapang biasanya, sebab pasar juga melihat ancaman inflasi dari energi yang justru bisa membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Minyak menjadi pusat cerita. Serangan terhadap aset energi di kawasan Teluk dan macetnya arus di Selat Hormuz menjaga premi risiko, sementara rilis cadangan darurat AS dan sinyal tambahan stok dari IEA memberi penyeimbang. Akibatnya, harga minyak bisa naik karena risiko pasokan, lalu turun karena harapan pasokan pengganti—dalam rentang harian yang lebar.

Dolar berada di posisi unik: ia bisa diuntungkan dari mode “risk-off” dan ekspektasi suku bunga tinggi, tetapi juga bisa kehilangan tenaga ketika ketegangan mereda atau ketika pasar menilai inflasi mulai terkendali. Saat ini, narasinya condong ke “higher for longer” karena pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga The Fed sangat kecil pada pertemuan pekan ini.

Inflasi menjadi jembatan penghubung yang paling sensitif. Ketika minyak naik, pasar cepat mengasumsikan tekanan harga akan bertahan, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menyusut. Di titik ini, emas mendapat dukungan sebagai aset lindung inflasi, tetapi sekaligus dibatasi karena suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Ada satu detail yang membuat pasar emas terlihat “lebih tahan banting”: permintaan fisik dan arus ETF yang masih kuat di China, terlihat dari penambahan kepemilikan pasca-libur Imlek serta premi Shanghai yang berada di atas harga global. Ini memberi lantai permintaan yang membantu emas bertahan meski narasi suku bunga tidak sepenuhnya ramah.

Geopolitik Timur Tengah saat ini bekerja seperti saklar volatilitas. Setiap kabar tentang kondisi Hormuz, ancaman terhadap infrastruktur (termasuk wacana perluasan serangan ke fasilitas ekspor), atau sinyal komunikasi AS-Iran, langsung mengubah penilaian pasar tentang “berapa pasokan yang benar-benar hilang” dan “berapa lama gangguan berlangsung”.

Dampaknya ke depan akan sangat ditentukan oleh apakah gangguan Hormuz tetap ketat atau mulai lebih longgar, serta seberapa agresif pasokan “penyeimbang” seperti rilis cadangan benar-benar masuk ke pasar fisik. Jika jalur dan pasokan membaik, minyak cenderung lebih stabil dan dolar bisa kehilangan sebagian dukungan risk premium; emas berpotensi tetap kuat tetapi lebih tenang. Jika sebaliknya risiko pasokan membesar dan inflasi ikut menempel, minyak berpeluang kembali memimpin volatilitas, dolar cenderung menguat karena suku bunga diperkirakan bertahan tinggi, dan emas berpotensi menguat dengan pola naik-turun tajam karena ditarik dua kekuatan sekaligus: permintaan safe haven vs beban suku bunga tinggi.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Jenewa Hari Ini: AS–Iran: Satu Berita Utama Dapat Menggunc...

Putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran diadakan hari ini di Jenewa, Swiss, dengan saluran komunikasi dimediasi oleh Oman....

17 February 2026 10:34
ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

$5.000 Ditembus! Investor Kabur dari Dolar & Obligasi

Harga emas menembus $5.000 per ons dan mencetak rekor baru di awal pekan, saat investor berbondong-bondong mencari aset aman ...

26 January 2026 11:35
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
BIAS23.com NM23 Ai