Ancaman AS Darat dan Laut Bikin Tegang!
Ketegangan geopolitik selalu bisa mempengaruhi pasar minyak secara signifikan, dan salah satu contoh terbaru adalah ancaman serangan darat AS terhadap operasi narkoba di Amerika Latin. Ketegangan ini dimulai dengan situasi yang berkembang antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Amerika Latin, terutama Venezuela dan Meksiko, yang sering menjadi jalur perdagangan narkoba yang memasok pasar global.
Pada dasarnya, AS memiliki kebijakan luar negeri yang sangat tegas terkait dengan peredaran narkoba, khususnya yang melibatkan negara-negara penghasil utama seperti Venezuela. Ancaman serangan darat ini menambah ketegangan karena negara-negara tersebut, terutama Venezuela, memiliki cadangan minyak yang besar dan sangat berpengaruh pada pasokan energi global.
Jika AS benar-benar meluncurkan serangan terhadap operasi narkoba yang ada di wilayah tersebut, hal ini bisa berdampak langsung pada stabilitas politik dan keamanan di negara-negara penghasil minyak. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh konflik atau potensi gangguan terhadap infrastruktur minyak akan meningkatkan kecemasan pasar global mengenai pasokan minyak. Ini bisa menyebabkan kenaikan harga minyak karena pasar mulai menghitung risiko terhadap gangguan pasokan energi yang berasal dari kawasan tersebut.
Korelasi dengan Harga Minyak :
Kenaikan Ketegangan Geopolitik: Ketegangan geopolitik, seperti ancaman serangan terhadap Venezuela atau negara penghasil minyak lainnya, bisa menyebabkan pasar minyak merespon dengan harga yang lebih tinggi karena investor khawatir terhadap pasokan yang terganggu.
Penurunan Pasokan Minyak: Jika ada ancaman serangan atau gangguan, produksi minyak di kawasan tersebut bisa terhambat, atau setidaknya ada ketidakpastian terkait pasokan yang berkelanjutan. Hal ini mendorong kenaikan harga minyak karena pasokan yang lebih terbatas akan mendorong permintaan terhadap stok yang ada.
Hubungan dengan Emas: Ketegangan geopolitik yang berujung pada ketidakpastian ekonomi bisa juga mendukung harga emas dan perak. Dalam situasi ini, banyak investor beralih ke aset safe-haven seperti emas sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian global.
Secara sederhana, ketegangan geopolitik yang melibatkan ancaman serangan darat AS di Amerika Latin menambah ketidakpastian terhadap stabilitas pasokan minyak. Hal ini langsung mempengaruhi harga minyak karena pasar melihat potensi gangguan terhadap produksi. Ketika harga minyak naik, inflasi dan biaya energi juga bisa meningkat, yang berpotensi memperburuk kondisi ekonomi global dan meningkatkan permintaan terhadap emas dan aset safe-haven lainnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id