• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

11 December 2025 10:25  |

Emas dan Sinyal Kebijakan Hawkish dari The Fed

Harga bergerak stabil pada perdagangan sesi asia pagi ini,Kamis (11/12) meskipun Federal Reserve (The Fed) mengirimkan sinyal kebijakan yang cenderung hawkish setelah memangkas suku bunga dalam keputusan terbarunya. Kejutan pasar muncul karena logika umum biasanya menyatakan bahwa sinyal hawkish—yang berarti kebijakan moneter lebih ketat di masa depan—cenderung menekan harga emas. Namun, kondisi kali ini menunjukkan dinamika yang berbeda.

Dalam keputusan yang diumumkan semalam, The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,50%–3,75%. Pemangkasan ini disetujui melalui proses pemungutan suara yang tidak bulat, yakni dengan komposisi 9 anggota mendukung dan 3 menolak. Perpecahan ini mencerminkan ketidaksepakatan internal mengenai arah kebijakan moneter ke depan, khususnya terkait apakah pemangkasan suku bunga lanjutan masih diperlukan atau tidak di tengah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

Meski terjadi pemangkasan sekarang, The Fed menyampaikan proyeksi jangka menengah yang justru bernuansa hawkish. Bank sentral memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga tambahan masing-masing pada tahun 2026 dan 2027, jauh dari ekspektasi pasar yang semula berharap siklus pelonggaran yang lebih agresif. Sinyal ini seharusnya memberi tekanan pada aset non-yield seperti emas karena suku bunga yang lebih tinggi di masa depan meningkatkan imbal hasil alternatif seperti obligasi AS.

Namun, pasar merespons sebaliknya. Harga emas justru naik setelah pengumuman tersebut. Analis menilai bahwa kenaikan emas kali ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Pemangkasan suku bunga yang terjadi saat ini tetap menurunkan biaya peluang memegang emas, sehingga secara langsung memberikan dukungan pada pergerakan harga. Selain itu, ketidakpastian yang muncul dari perpecahan suara di tubuh The Fed meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Pelaku pasar juga menyoroti bahwa proyeksi hawkish The Fed belum tentu akan terealisasi. Kondisi ekonomi AS akan menjadi faktor penentu utama. Jika data tenaga kerja atau konsumsi melemah dalam beberapa bulan ke depan, pasar kembali memperkirakan peluang pemangkasan tambahan yang lebih cepat, terlepas dari panduan resmi The Fed. Hal inilah yang membuat investor lebih memilih untuk mengamankan posisi pada logam mulia sejak dini.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi turut mendukung penguatan emas. Menurunnya imbal hasil obligasi setelah keputusan pemangkasan suku bunga menjadikan emas lebih menarik, sementara dolar yang melemah pasca keputusan tersebut membuat emas lebih murah bagi pembeli internasional.

Secara keseluruhan, kenaikan emas di tengah sinyal hawkish The Fed menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih fokus pada ketidakpastian dan risiko ekonomi jangka menengah, bukan hanya pada arah kebijakan suku bunga. Dengan masih terbukanya kemungkinan pergeseran kebijakan moneter apabila kondisi ekonomi memburuk, logam mulia tetap menjadi pilihan utama investor yang mencari perlindungan nilai.

Dari perspektif jangka menengah hingga panjang, pandangan hawkish The Fed berpotensi membatasi ruang kenaikan harga emas. Jika ekonomi AS tetap solid, inflasi terkendali, dan The Fed konsisten menahan laju pemangkasan suku bunga, maka imbal hasil obligasi dapat kembali menguat dan dolar berpeluang pulih—dua faktor yang umumnya menekan emas. Namun tekanan tersebut sangat bergantung pada stabilitas ekonomi AS. Apabila data-data fundamental mulai melemah dan mendorong pasar memperkirakan pemangkasan lebih cepat dari rencana hawkish saat ini, emas justru berpotensi kembali menguat dan mempertahankan tren bullish jangka panjangnya. Dengan demikian, arah emas ke depan sangat ditentukan oleh realisasi kondisi ekonomi, bukan semata oleh panduan kebijakan The Fed.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai