• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

9 December 2025 13:04  |

Minyak Sideways Dekat $59–$62, Siap Rebound atau Tembus Bawah?

Harga minyak hari ini, Selasa (9/12), cenderung stabil setelah jatuh sekitar 2% di sesi sebelumnya. Brent saat ini diperdagangkan di kisaran $62,3 per barel, dengan range harian sempit di sekitar $62,31–$62,54, sementara WTI berada di area $58,9–$59,4 per barel.

Pasar masih mode “wait dan lihat” jelang keputusan suku bunga The Fed dan di tengah kabar negosiasi damai Rusia–Ukraina serta perubahan arus suplai global, yang membuat sentimen campur aduk antara harapan pemotongan suku bunga dan kekhawatiran kelebihan pasokan.

Secara fundamental, fokus utama trader saat ini ada di dua hal: Fed dan surplus pasokan. Ekspektasi pemangkasan bunga The Fed cenderung mendukung harga karena bisa mengangkat prospek pertumbuhan dan permintaan energi, sekaligus menekan dolar AS. Di sisi lain, beberapa lembaga, termasuk analis ING, memperkirakan surplus pasokan bisa lebih dari 2 juta barel per hari pada 2026 seiring OPEC+ melonggarkan pemangkasan produksi dan output negara non-OPEC terus naik.

Ditambah produksi AS yang masih dekat rekor dan stok yang tidak turun agresif, pasar melihat bahwa ruang kenaikan harga kemungkinan terbatas selama isu oversupply ini belum mereda.

Dari sisi teknikal, WTI saat ini diperdagangkan di sekitar $59 setelah menembus support channel naik di area bawah $59, yang oleh beberapa analis dibaca sebagai sinyal pelemahan jangka pendek; support berikutnya terlihat di zona $58–$58,5, sementara resistance terdekat ada di sekitar $60–$61.

Brent bergerak di sekitar $62,3 dan masih berada dalam range ketat dua mingguan sekitar $62–$64, dengan support dekat $62 dan resistance di sekitar $63–$63,8.

Polanya lebih condong ke konsolidasi sideways dengan bias sedikit bearish: skenario yang masuk akal buat intraday adalah harga cenderung diperdagangkan dalam range, dengan peluang sell di area resistance atas dan buy on dip hanya kalau muncul katalis positif kuat (misalnya Fed lebih dovish dari ekspektasi atau data stok AS turun tajam).(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai