Pasar Fokus ke Sinyal Inflasi dan Penutupan Peka, Emas Bakal Kemana ?
Harga emas masih bergerak menguat pada perdagangan hari ini, didorong oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat serta sentimen pasar yang cenderung berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting. Pelaku pasar menyoroti melemahnya beberapa indikator ekonomi AS yang mengindikasikan tekanan terhadap inflasi mulai mereda, sebuah kondisi yang mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve dapat memberikan sinyal lebih dovish dalam beberapa pekan ke depan.
Dari sisi fundamental, emas mendapat dukungan setelah dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi bergerak turun akibat meningkatnya keyakinan bahwa inflasi kembali menuju target 2% The Fed. Jika data inflasi dan konsumsi—khususnya PCE—menunjukkan perlambatan, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga akan semakin terbuka. Kondisi ini menjadi katalis utama bagi emas, mengingat aset safe-haven ini sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan.
Namun demikian, tekanan tetap membayangi. Jika rilis data dalam beberapa hari ke depan menunjukkan inflasi masih panas atau aktivitas ekonomi tetap tangguh, penguatan dolar dan kenaikan yield obligasi dapat kembali menahan langkah emas. Investor masih memonitor ketidakpastian global seperti tensi geopolitik, kinerja pasar saham, serta arus modal global yang juga memengaruhi sentimen terhadap logam mulia.
Dari sisi teknikal, emas menunjukkan kecenderungan bullish setelah bertahan di atas support kuat di area US$4.135 – US$4.160, yang menjadi zona pertahanan utama sejak awal pekan. Penguatan harga kini mengarah ke resistance terdekat di US$4.130, sebelum menuju resistance lanjutan di US$4.150 – US$4.165. Jika momentum pembelian cukup kuat dan resistance utama ditembus, emas berpeluang membuka ruang kenaikan yang lebih luas menuju akhir pekan. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dapat memicu konsolidasi dan mengembalikan harga ke area support tersebut.
Menjelang penutupan pekan, prospek emas masih cenderung positif selama tekanan terhadap dolar berlanjut dan sentimen pasar tetap waspada. Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan berikutnya dari The Fed serta perkembangan data inflasi untuk menentukan tren emas dalam beberapa sesi mendatang. Emas diperkirakan tetap volatil, namun peluang penguatan masih terbuka jika sinyal dovish kembali mendominasi pasar global.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id