• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

28 November 2025 12:24  |

Black Friday dan Hubungannya Dengan Emas

Harga emas global diperkirakan akan mengalami pergerakan volatil menjelang perayaan Black Friday di Amerika Serikat pada pekan ini, menyusul penurunan volume perdagangan dan pergeseran strategi investor dalam menghadapi musim belanja akhir tahun. Black Friday, yang diperingati sehari setelah Thanksgiving, secara historis kerap mempengaruhi arah perdagangan logam mulia akibat menipisnya likuiditas dan perubahan sentimen risiko di pasar keuangan.

Memasuki periode libur nasional di AS, aktivitas pasar biasanya berkurang signifikan, yang menyebabkan fluktuasi harga menjadi lebih sensitif terhadap sentimen dan berita fundamental. Kondisi tersebut sering kali dimanfaatkan investor institusional untuk melakukan penyesuaian portofolio menjelang penutupan tahun, sehingga dapat memicu lonjakan ataupun penurunan tajam pada harga emas.

Selain itu, musim diskon Black Friday turut meningkatkan konsumsi masyarakat AS secara luas, termasuk pada sektor perhiasan emas dan logam mulia fisik. Permintaan fisik tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas, terutama di pasar Asia dan Timur Tengah yang menjelang musim liburan akhir tahun menunjukkan peningkatan permintaan perhiasan emas.

Contoh Historis: Reli Black Friday & Dampaknya

Pada Black Friday 2023, emas menunjukkan tren pemulihan setelah tekanan di awal pekan, dengan analis memperkirakan potensi reli karena melemahnya dolar dan meningkatnya minat safe-haven. Sementara pada Black Friday 2024, emas juga tercatat mampu mengurangi kerugian mingguan ketika dolar AS melemah pada perdagangan tipis menjelang libur panjang, menegaskan signifikansi pergerakan mata uang terhadap logam mulia.

Kesimpulan

Black Friday tidak memberikan pola tunggal terhadap arah pergerakan emas, namun secara historis periode likuiditas tipis dan strategi defensif investor menjelang akhir tahun sering membuka peluang volatilitas signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi pelaku pasar yang tengah bersiap memanfaatkan momentum harga, baik untuk akumulasi jangka panjang maupun perdagangan jangka pendek.

Emas tetap menjadi aset utama dalam peta safe-haven global, dan setiap perkembangan baru dalam inflasi, kebijakan suku bunga, serta geopolitik diperkirakan menjadi katalis utama yang menentukan arah logam mulia dalam beberapa pekan mendatang.

Bagaimana skenario black Friday 2025 untuk emas ?

Harga emas diperkirakan bergerak dinamis menjelang momentum Black Friday, dengan pelaku pasar terus memantau arah kebijakan moneter Federal Reserve, perkembangan geopolitik global, serta potensi perubahan permintaan aset safe haven. Saat ini, emas diperdagangkan dalam kondisi sensitif terhadap kombinasi sentimen risk-on dan risk-off, membuat prospek pergerakan jangka pendek menjadi krusial bagi trader.

Skenario Bullish: Peluang Rally Jika Resistance Ditembus

Emas berpotensi melanjutkan reli apabila mampu menembus area resistance kuat di kisaran US$ 4.180–4.200. Jika breakout terjadi, harga diperkirakan dapat melaju menuju US$ 4.220–4.250 atau lebih tinggi. Momentum ini bisa dipicu oleh faktor pendukung seperti sinyal dovish dari Federal Reserve, melemahnya indeks dolar AS, atau meningkatnya ketegangan geopolitik global yang dapat meningkatkan permintaan terhadap aset aman.

Bagi pelaku pasar, strategi yang banyak dipertimbangkan adalah “buy on breakout” atau “buy on dip” ketika harga terkoreksi ke zona support US$ 4.160–4.150.

Skenario Konsolidasi: Risiko Sideways Saat Likuiditas Rendah

Jika pasar cenderung berhati-hati menghadapi Black Friday, ditambah kondisi likuiditas trading yang relatif rendah, emas berpotensi bergerak sideways dalam rentang US$ 4.140–4.190. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian arah tren utama, serta meningkatkan risiko false breakout yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar jangka pendek.

Skenario Bearish: Tekanan Turun Jika Sentimen Berubah

Potensi koreksi akan terbuka jika emas gagal menembus resistance dan muncul sentimen yang memperkuat dolar AS dan yield obligasi Treasury. Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi melemah menuju support krusial US$ 4.120–140, dan jika level tersebut ditembus maka penurunan dapat meluas ke area US$ 4.000–3.980.

Pada fase seperti ini, pendekatan konservatif seperti menunggu tanda pembalikan tren atau mempertimbangkan posisi short bagi trader berprofil risiko agresif dapat menjadi strategi yang relevan.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

6 Poin Deklarasi KTT BRICS di Rusia: 'Tekan' Dolar-Perang Ti...

Negara-negara BRICS menyetujui komunike bersama pada Rabu (23/10/2024) selama pertemuan puncak tiga hari kelompok tersebut di...

25 October 2024 22:58
ANALYSIS & OPINION

Semua Langkah Kebijakan Trump Berikan Dorongan Untuk Logam K...

Donald Trump yang resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah merealisasikan bebe...

7 February 2025 09:28
ANALYSIS & OPINION

Amerika Berencana Jual Cadangan Emasnya, Apa Bisa Picu Korek...

Berita mengejutkan datang dari Amerika disaat mentri perdagangan mereka Scott Bessent diberitakan mencoba untuk merevaluasi k...

21 February 2025 10:12
BIAS23.com NM23 Ai