Minyak Naik 3 Hari—Pasar Takut “Hormuz”?
Harga minyak naik untuk hari ketiga setelah Donald Trump memperingatkan Iran agar segera membuat kesepakatan nuklir atau berisiko menghadapi aksi militer. WTI mendekati $64/barel, melanjutkan penguatan setelah naik 1,3% dan ditutup di level tertinggi sejak akhir September, seiring pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke harga.
Walau isu pasokan global masih jadi “rem”, headline Timur Tengah jadi “bensin” tambahan. Kekhawatiran paling terasa di pasar opsi: trader membayar lebih mahal untuk opsi beli (bullish calls) tenor panjang sebagai proteksi jika konflik memburuk. Fokus risikonya jelas—Timur Tengah menyumbang sekitar sepertiga pasokan global, dan eskalasi bisa menyeret Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan LNG dunia. (az)
Harga minyak pada saat analisis ini adalah $68.04
- Beli jika harga bergerak di dalam $68.16
- Jual jika harga bergerak di dalam $67.99
Resistensi 2: $68.33
Resistensi 1: $68.24
Support 1: $67.90
Support 2: $67.80
Disclaimer
Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id