
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,2% atau 68 poin ke level 24.280 pada perdagangan Rabu (14/10). Penurunan dipicu tekanan saham sektor keuangan dan teknologi yang mengimbangi penguatan sektor energi, elektronik, dan ritel.
Saham semikonduktor Asia mulai pulih setelah mengalami aksi jual tajam. Namun, kekhawatiran terhadap tingginya valuasi perusahaan kecerdasan buatan (AI), persaingan industri chip China, serta besarnya investasi infrastruktur AI masih membatasi sentimen positif pasar.
Sementara itu, harga minyak Brent naik ke sekitar US$106,60 per barel akibat meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Kondisi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia dan risiko kenaikan inflasi global.
Dari China, inflasi produsen (PPI) September melonjak menjadi 5,0% secara tahunan, tertinggi sejak Juni 2022. Sementara inflasi konsumen (CPI) naik menjadi 0,9%, tetapi masih di bawah perkiraan 1,0%. Sejumlah saham turut melemah, termasuk Akeso sebesar 10,1%, Z.AI Co. 1,8%, dan AIA 1,0%.
Ke depan, investor menantikan rilis inflasi CPI Amerika Serikat untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menekan Hang Seng, sementara hasil yang lebih rendah dapat membuka peluang pemulihan. Sentimen pasar diperkirakan tetap berhati-hati menjelang pengumuman data tersebut.