
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Rabu (14/10) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Brent berjangka Desember naik 0,61% ke US$106,33 per barel, sementara WTI berjangka November menguat 0,63% ke US$94,73 per barel. Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
Konflik meningkat setelah serangan mematikan kelompok Houthi terhadap bandara utama Riyadh. Sebagai respons, koalisi pimpinan Arab Saudi dilaporkan menyerang sejumlah terminal energi dan cadangan bahan bakar di Yaman. Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa konflik dapat semakin mengganggu infrastruktur energi dan jalur distribusi minyak di kawasan.
Ketegangan juga terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait Selat Hormuz. Komando Pusat AS membantah klaim komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa Iran menguasai jalur strategis tersebut dan mengancam akan menenggelamkan kapal perang AS yang mendekat. Washington menegaskan bahwa pasukan AS bersama mitra regional masih mengendalikan Selat Hormuz.
Risiko tersebut menjadi semakin penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia. Setiap gangguan terhadap pelayaran tanker di kawasan berpotensi mengurangi pasokan minyak ke pasar global dan meningkatkan premi risiko pada harga crude. Dengan konflik yang masih berkembang, investor terus mencermati kemungkinan gangguan terhadap produksi maupun distribusi energi di Timur Tengah.
Di tengah kondisi tersebut, investor dan pengelola hedge fund Paul Tudor Jones memperkirakan harga minyak masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan akibat konflik Iran. Ia bahkan melihat potensi kenaikan tambahan sekitar US$20–25 per barelapabila ketegangan terus meningkat. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih menghadapi risiko bullish yang kuat, terutama apabila tidak terdapat langkah nyata untuk meredakan konflik sebelum pemilu sela AS. (asd)
Sumber: Newsmaker.id