
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang kembali melemah pada perdagangan Senin (21/9), mencatat penurunan kelima dalam enam sesi terakhir setelah investor mencermati potensi intervensi mata uang dari pemerintah Jepang. Yen turun sekitar 0,38% ke level 157,48 per dolar AS, sementara dolar AS kembali menguat seiring pasar menilai peluang kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve.
Perhatian pasar terhadap yen meningkat karena Jepang sedang memasuki periode libur tiga hari yang membuat likuiditas pasar lebih rendah. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar pergerakan mata uang secara tiba-tiba. Investor juga mengantisipasi kemungkinan langkah pemerintah Jepang setelah sebelumnya muncul laporan bahwa pejabat Jepang melakukan pengecekan nilai tukar, yang sering dianggap sebagai tanda awal intervensi.
Pelemahan yen terjadi meskipun Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga pada Jumat lalu sebesar 25 basis poin ke 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, dua suara berbeda dalam keputusan tersebut serta kurangnya sinyal pengetatan agresif membuat investor masih ragu meningkatkan pembelian yen.
Di sisi lain, dolar AS mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang masih ketat. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,13% ke level 100,40, setelah mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,1% pekan lalu. Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed minimal 25 basis poin pada pertemuan Oktober berada di sekitar 55,4%, meningkat dari 43,5% sepekan sebelumnya.
Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal hawkish. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan tekanan inflasi AS kemungkinan tidak lagi hanya berasal dari tarif dan energi, tetapi juga dari permintaan ekonomi yang kuat. Sementara Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem menilai bank sentral kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi.
Analisis Newsmaker: Pergerakan USD/JPY saat ini berada dalam tarik-menarik antara risiko intervensi Jepang dan ekspektasi suku bunga tinggi AS. Yen masih menghadapi tekanan karena pasar menilai langkah BoJ belum cukup agresif dibandingkan The Fed. Namun, jika pelemahan yen berlanjut mendekati level psikologis tertentu, pasar akan semakin sensitif terhadap kemungkinan respons dari otoritas Jepang. (arl)
Sumber: Newsmaker.id